#DollarPertamaGue
Mau seidealis apapun, toh kita tetap berpijak di atas bumi di mana kebutuhan sandang, pangan, papan, dan tersier hanya dapat dibeli dengan uang. Bukannya berniat mendoktrin untuk menilai segala sesuatunya dari uang, tetapi…
Belajar dari Seniman Jalanan
Pertama-tama, jangan samakan seniman jalanan dengan pengemis dan gelandangan yang biasa kita temui di lampu merah, ya. Maksud dari seniman jalanan di sini adalah orang berketerampilan yang pamer bakat dengan melakukan aksi di…
Freelance Copycat
Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar kata copycat? Sebal? Kesal? Benci? Eh, apa bedanya, ya. Apa bedanya copycat dengan plagiat? Entahlah, secara spesifik saya juga nggak tahu pasti. Seingat saya, tuduhan…
Freelancers = Superhuman (Bagian II)
…sudah baca “Freelancers = Superhuman”? 4. Sesibuk apapun menampung job dari klien, toh kita nggak boleh menyerahkan seluruh jiwa dan raga untuk bekerja semata-mata. Harus tahu kapan waktunya buat berhenti dan rehat sejenak, kapan harus makan,…
Freelancers = Superhuman
Misalnya, Anda sedang duduk-duduk santai di taman kota yang teduh (yang sekarang ini super susah ditemui). Lalu, ada orang tak dikenal yang menghampiri, ngajak ngobrol ngalor-ngidul, yang akhirnya ngajak kenalan. Obrolan pun…
Freelancers Butuh Business Plan?
Bukannya business plan hanya dipakai untuk menjalankan usaha? Konon business plan dapat membantu kita mencapai target finansial jangka panjang, benarkah? Jadi, apa itu business plan? Yuk, baca sebentar. Perlu diingat kalau business plan adalah serangkaian rencana yang semata-mata berkaitan dengan bisnis kita. Bahkan, salah satu argumen yang menyarankan freelancers untuk menyusun business plan adalah agar kita bisa profesional dengan memisahkan mana yang urusan pribadi, mana yang pekerjaan.
Freelance vs Outsource
reelancer pada umumnya mendapat kepercayaan atas kontrak yang cenderung bersifat one time task untuk setiap klien, misalnya: fotografi dan web designing. Sedangkan untuk outsource, karena yang diserahkan merupakan aktivitas bisnis perusahaan, maka pekerjaannya pun bersifat rutin. Oya, kebanyakan freelancer adalah perorangan sedangkan penyedia jasa outsourcing biasanya merupakan perusahaan tersendiri. Jadi, kurang-lebih status bagi tenaga outsource adalah karyawan.
Bekerja di Rumah vs Bekerja di Kantor
Mungkin ada sebagian dari kita yang memilih menjadi freelancer dengan pertimbangan kemudahan untuk bekerja dari rumah. Apabila dibandingkan dengan suasana kantor yang formal serta jam kerja 9-5 yang kaku, bekerja dari rumah dengan…
Tingkatan ‘Karier’ Bagi Freelancer
Sebagian freelancer mendapatkan ‘karier’ dunia freelance mereka dengan sebuah tahap tertentu serta langkah-langkah yang cukup panjang, seperti proses promosi jasa, mendapatkan klien awal, mendapatkan klien kelas ‘berat’, kemudian menjadi freelancer yang sustainable atau bahkan mendirikan studio dan mengumpulkan beberapa freelancer lain untuk bekerja bersama.
Pentingnya Ilmu Negosiasi Bagi Freelancer
Pada umumnya semua yang terjun ke dunia freelance biasanya masih awam. Bukan berarti tidak expert atau tidak mahir. Namun awam yang saya maksud adalah karena hanya menguasai satu bidang atau fokus. Misalnya seorang…








