Cara Menentukan Nilai Proyek Untuk Freelancer

menentukan harga sebuah proyek - photo by Mani_Nag

menentukan harga sebuah proyek - photo by Mani_Nag

Bagaimana sih cara menentukan harga sebuah proyek? desain saya ini harganya berapa yah? jasa pembuatan aplikasi saya selama waktu 1 minggu berapa dong? kalau hanya benerin bagian header-nya doang-kan mudah, terus harus dikasih harga berapa ni?

Bingung kasih harga? Menurut pengalaman saya, untuk menentukan suatu harga proyek sebenarnya  mudah saja tanpa perlu rumus dan percaya diri apabila ditanya oleh klien. Saya hanya menentukan, menurut kesulitan dan waktu yang diperlukan untuk membuatnya lalu harga akan keluar dengan sendirinya. Kemurahan? tidak jadi soal menurut saya, karena harga sebuah jasa memang tidak ada aturan bakunya. Apabila membuat 1 buah situs keluar dengan harga 500 ribu (lima ratus ribu rupiah), dengan aplikasi CMS (Content Management System) sederhana dan desain asalkan sudah balik modal atau untung sedikit, hal ini sudah merupakan harga yang pas menurut saya. Harga 500 ribu ini bisa jadi sebuah lompatan ke bisnis proyek yang lebih lagi, misal ke tahapan 15 juta (walau harusnya melangkah ketahap 1 juta)  dengan spesfikasi yang sama.

Apa yang membuat harga selangit, sehingga harga menembus  angka 15 juta rupiah? yang pasti banyak hal yang harus dilalui, yaitu ada 6 faktor yang dapat meningkatkan harga Anda seiring dengan waktu, saya dapat menjaminnya.

Pengalaman

Angka 15 juta akan segera keluar dari sebuah pengalaman kerja, tidak mudah dan membutuhkan waktu. Anda yang sekarang masih hijau dengan angka 500 ribu, tapi mungkin 1-2 tahun lagi sudah menemukan angka tertinggi dari sekarang. Pasti!

Portfolio

Semakin banyak portfolio Anda, maka Anda akan dipandang sebagai ahli di bidangnya. Portfolio dapat membantu Anda dalam menentukan kualitas hasil kerja Anda.

Testimonial

Sekarang bukan jamannya lagi Anda berjualan, tapi klien Anda sendiri yang menjualkan servis Anda (rekomendasi). Testimonial yang sangat baik dari klien Anda akan sangat membantu Anda dalam mereferensikan pekerjaan baru. Jangan lupa selalu meminta yah 😀

Rating

Rating akan berbanding lurus dengan testimonial, semakin baik testimonial Anda maka rating Anda akan semakin tinggi pula. Rating ini akan diberikan di freelance market, jadi Anda dapat memberikan hasil kerja Anda selama ini kepada calon klien.

Skala Bisnis

Misalkan www.bubu.com memiliki jumlah karyawan 20 orang, ada creative director, project manager, desainer, web programmer, web desainer, copy writer, quality assurance dan banyak lagi, lalu harga suatu proyek pasti berubah seiring dengan besarnya skala bisnis yang ada. Pengalaman sudah lama, portfolio sudah yahud, testimonial dimana-mana, maka untuk membiayai 1 bulan gaji untuk 20 orang beserta fasilitasnya tidak dengan harga proyek 15 juta bukan? minimal sedikitnya mereka harus meraup 250 juta dalam 1 bulan. Lain halnya dengan Nukman Luthfie yang mencapai 1 Milyar untuk memenuhi segala kebutuhannya 🙂

Pamor

Pamor atau ketenaran yang dimiliki seorang freelancer sangat dibutuhkan, hal ini akan membuat calon klien Anda tertunduk dan mengatakan iya apa yang Anda sarankan. Lihat saja Landor (salah satu perusahan brand terbesar di dunia) yang membuat corporate identity untuk pertamina, pastinya mereka dengan bangganya menyebutkan Landor kepada koleganya. Harga tinggi tidak jadi masalah, walaupun saya sering mendengar bahwa hasil buatannya biasa sekali. Lainnya halnya dengan Anda yang masih mahasiswa yang katanya handal sekali dan mampu membuat lebih bagus dari buatan Landor tadi, lalu akan keluar pertanyaan mudah… siapakah Anda?

Apakah klien Anda masih ragu menghargai Anda dengan murah? atau Anda masih bingung menentukan harga suatu proyek. Bagaimana tips Anda untuk menentukan harga sebuah proyek?

Share pengalaman Anda disini dan update artikel menarik ruangfreelance dengan berlangganan RSS, email, dan twitter

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

  1. Ibnu says

    They pay for what you are,

    mungkin suatu saat sebuah lipatan saya
    akan dihargai $10,
    lumayan bikin kodok aja bisa 50++ lipatan

  2. says

    yupz, betul banget. kalo mas anggi skarang pasang tarif berapa ya buat bikin website? siapa tahu klo pas ada klien2 tny, ntar kita bisa kerjasama.
    profile di website dah cb kudownload. tp lom berhasl. koneksi lg lemot. ugh.. 🙁

  3. says

    500 ribu untuk satu proyek CMS? Sah-sah saja kalau: komputernya minjem, internetnya nebeng, ke client jalan kaki / dianter jemput temen, dan biaya hidup sehari-hari (sandang, pangan, papan) sudah ada yang menangani.

    Jika tidak, jangan lupakan bahwa freelancing butuh modal. Untuk melaksanakan suatu pekerjaan sederhana sekalipun (ganti banner, setting CMS, kirim email), ada “hidden cost” yang terlibat. Walaupun komputer nggak beli tiap hari, tapi suatu hari kelak anda harus mengganti komputer anda (atau, malah harus beli komputer baru untuk memulai bisnis freelancing tersebut). Kerja di warnet? Berarti anda harus menghitung biaya rental PC dan internet per-jam sebagai biaya modal.

    Beli buku-buku supaya skill tetep up to date? Ikut kursus? Atau malah ngambil pendidikan khusus? Ini hidden cost juga.

    Biaya berobat kalau sakit? Asuransi? Pajak? Bagi mereka yang terima beres dan bekerja sebagai karyawan, ini tidak perlu diperhitungkan, tapi untuk freelancers, oh penting sekali… taruhannya bisa nyawa lho.

    ……

    Link-link yang anda jelaskan di artikel lainnya (http://www.ruangfreelance.com/2009/01/3-alat-untuk-menentukan-nilai-proyek/) sudah cukup bagus buat dijadikan dasar perhitungan. Bagian awal reply ini sekedar mencurahkan uneg-uneg =P, terhadap freelancer(s) yang seringkali menetapkan harga tanpa mikir, dan akhirnya hanya menjatuhkan harga pasaran.

    Walaupun misalnya diantara pembaca ada yang masih berstatus pemula, jangan zalimi diri anda sendiri, tetapkan tarif yang adil. Karena biasanya kalau clientnya educated, mereka akan menerima pengajuan biaya yang anda buat (walaupun hampir pasti akan ditawar). Tapi kalau clientnya memang ‘oon, memandang remeh, jangan harap ada proyek besar akan menghampiri anda dari sana di masa mendatang, jadi hindari aja sekalian.

    Darimana dapetin client? Di sebagian besar waktu adalah berdasarkan referensi, dan social circle (lingkar pertemanan). Jadi kalau anda seorang freelancers, jangan sampai nggak b’gaul. Manfaatkan jejaring sosial semisal Friendster, Facebook, Multiply, mailing lists, forum alumni, sebagai sarana anda untuk “mengendus” client. Dalam cara yang casual dan bersahabat tentunya, bukan spamming. Beberapa proyek kemudian, barulah anda akan dianggap serius oleh client-client diluar lingkup pertemanan anda tersebut.

    Susah cari client? Afiliasi. Jalin kerjasama dengan perusahaan2 (atau sesama freelancers) yang seringkali kebanjiran pekerjaan, karena biasanya mereka akan sangat welcome terhadap penawaran jasa anda. Tapi kalau sama-sama kembang kempis ya jangan harap =D.

    Terakhir, sedikit perhitungan kasar buat modal versi saya: http://kangbayu.multiply.com/journal/item/958/Design_World_Berapa_kita_harus_nge-charge_biaya_kerjaan

  4. Psst says

    Pengalaman gw waktu pertama kali, gw kasih harga murah hasil yang gw berikan ke client dah lebih dari harga yang gw kasih. Tapi harga murah malah jadi bumerang buwat gw.. Soalnya nih klien yang kagak tau susahnya bikin web site.. malah keasyikkan minta fitur macem2x tapi duit kagak nambah.. (dalam artian ini jadi kerjaan gw jadi dianggap kagak ada harganya).

    Ya klo menurut gw sih harga murah boleh2x aja asal sesuai dengan fitur2x yang mau ditampilkan.. Tapi juga jangan kemurahan nanti jadi diremehkan sama client yang kagak ngerti apa2x tapi mintanya macem2x duit kagak ditambah2x.

  5. says

    Malah jadi bingung nih, gimana nentukin harga, maklum masih newbie.. Kalo terlalu murah ntar takut kemurahan atau lebih parah malah menjatuhkan harga pasaran. Di sisi lain kalo mahal-mahal takut ga dapet2 client. Uh… bingung….
    Tapi thank’s banget buat tipsnya….

  6. Udung says

    Wah kalo saya mah suka diserahkan ke klien nya hehehe… misal dia nanya “bikin banner berapa?” gw balik nanya aja “budgetnya berapa?” atau “berapa harga yang ditawarkan?” saya pake cara ini supaya masuk diharga pasaran ditempat client saya tinggal.

  7. says

    hal yg dah tak cari dari dulu, sering ane ngerasa gk untung tiap dapet proyek dengan dasar “harga temen”, negonya minta ampun banget…

  8. says

    betul…betul..betulll…jgn sampai mndzalimi diri sendiri dg harga murah tapi mintanya si client macem,…minta ini ononya pasti banyak dipertengahan pekerjaan berjalan. …trma kasih sharing infonya bro & sis…

  9. cikung says

    Pengalaman ikut software house…
    pernah merasa bodoh dan dibodohin ma bos gue…
    waktu itu ane ngerjain proyek dari dinas Pxxxxxxxxx, ane ditawari minta gaji berapa untuk ngerjain proyek itu, tanpa pikir panjang ane minta gaji Rp xxx tanpa terlebih dulu tanya harga proyek tersebut…
    3 bulan ngerjain proyek itu dan bs dibilang hampir kelar, tanpa sengaja ane liat harga proyek itu dari website dinas Pxxxxxxxx tersebut.
    kanget bukan kepalang ternyata ane cuma minta gaji 4 % dari nilai proyek itu padahal ane jd programmer tunggal dan jd trainer aplikasi tersebut …

  10. hasbi says

    Iku komen,
    Prtma kali saya dpet project sy ksih harga 500 rebu. Knp? krn sy cari nama dulu.. Next project.. Saya naikin hrgany pelan2.. Jd 700 rb, dan skrg alhamdulillah dah jutaan rupiah per project..

    So, saran aja sih buat yg laen.. Klo br prtm x nymplung ke project, ksi hrg yg wajar dulu.. Jgn trlalu mahal.. Yg pnting cari nama dlu.. Ntar klo dh mulai trknal bru dinaekin hrganya.

    Gitu aja si sharing dr sya. Smg brmnfaat.

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *