Cara Hebat dan Cepat Mendapatkan Respon Client

klien

klien

Halo semuanya,

Ini adalah tulisan pertama saya di RuangFreelance. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak pada @ruangfreelance yang telah mengundang saya untuk menjadi kontributor di sini. Posting ini sebenarnya akan saya tuliskan di blog saya kemarin, eh kok ternyata, DM dari @ruangfreelance datang dengan membawa Surat Perintah Menulis :p Akhirnya saya putuskan untuk berbagi disini.

Sedikit perkenalan tentang saya, terutama agar yang baca disini paham bahwa yang saya tulis disini bukan hanya omong kosong, tapi merupakan hard earned experience.

Saya memulai karir di dunia online sejak awal tahun 2006 dengan merancang dan menciptakan PernikMuslim bersama istri saya. Perlu diperhatikan disini bahwa saya bukan coder dan tanpa background IT sama sekali, sama seperti istri saya. Hanya saja bedanya, istri saya berjibaku belajar coding dan webdesign sampai akhirnya PernikMuslim launch di bulan Mei 2006. Sementara saya sendiri lebih memilih untuk memberikan perintah arahan dari sisi bisnis dan logikanya.

Skip skip skip skip…. (ala naruto time skip)

Mendekati akhir tahun 2006, semakin mantab dengan skill web development, kami menginjakkan kaki di dunia freelancing untuk pertama kalinya. Saat itu, tujuan utama ada di RentaCoder, GAF (dulu website GAF masih JELEK banget :p) dan SL. Berburu dolar disana. Ngebid sana-sini, posting kanan-kiri, sambil kadang curi-curi kesempatan nulis contact info di Message Board hehe…

Skip skip skip skip….

Setelah berjalannya waktu, alhamdulillah dalam satu waktu sempat mendapatkan ranking #140-an (dari 2000 lebih vendor) di SL. Tentu saja saat itu sudah nggak cuma berdua, namun dengan tim dibelakang membawa nama DheZign. Walaupun belakangan merosot karena memang nggak fokus freelancing lagi, tapi lebih ke local client di Surabaya (and soon Jakarta). Dan malah posting project (jadi client) di website-website freelance akhir-akhir ini.

Penjelasan tentang perbedaan RaC, GAF, dan SL biar dibahas orang lain saja. Karena saya dulu fokusnya di SL, maka sedikit sharing yang saya pahami dari karakteristik SL adalah:

  • Nggak banyak Certified Programmer disini karena seleksinya KETAT BANGET! Gak cuman disuruh bayar, tapi ada batasan minimal project yang sudah dikerjakan, minimal nilai rating, sampai ditelpon pula. Dan, walaupun sudah memenuhi seluruh syarat, belum tentu lolos (contohnya saya :p). Implikasinya, kualitas Certified programmer lebih terjaga dan jumlahnya jauh lebih sedikit (paling tidak dibandingkan GAF).
  • Nilai project nggak begitu besar. Dari perbandingan (yang saya tahu paling nggak), di SL rata-rata nilai project lebih kecil untuk jenis pekerjaan yang sama.

Nah, menginjak ke materi inti. Sering kali kita sebagai freelancer menemukan project description yang panjangnya dari sabang sampai merauke. Atau, yang singkatnya minta ampun sampai ada yang “please message me in PMB and i will give you the details”.

Selain dari persaingan yang ketat, berbicara dari pengalaman pribadi, dulu saya biasa menghabiskan waktu total 4-8 jam dalam sehari. untuk cari project, mempelajari project (analisis), komunikasi lewat message board, sampai ngebid. Tentu saja ada belasan project (dari yang paling kecil sampai yang paling besar) yang saya ikuti bidnya setiap hari.

Dari pengalaman diatas, biasanya yang paling menyebalkan adalah saat kita sudah menghabiskan banyak waktu untuk analisis, dan ternyata oh ternyata, pesan kita di message board tidak dihiraukan oleh client. Sedih bin Sebal jadinya.

Biasanya dari sekian banyak message yang diterima client, hanya beberapa vendor saja yang direply oleh client. Biasanya juga, client mempertimbangkan reputasi dan bid. Kadang, client hanya melihat dari isi message yang dikirim si vendor. Dan, seperti paragraf diatas, setelah kita menghabiskan banyak waktu untuk analisis, mengunjungi website referensi, mempelajari seluruh fiturnya, dan menuliskan strategi, action plan, dan rencana yang akan kita jalankan kalau seandainya client memilih kita sebagai pemenang, belum tentu client merespon message kita.

Inilah alasan kenapa banyak sekali Vendor (freelancer) yang copy paste message. Ini juga yang jadi sebab kadang client menyertakan kata-kata seperti, “write DUFUS in your message so i know that you read my project description” di tengah atau di akhir project description yang mereka tulis.

Dan inilah sebabnya, copy paste message ini bisa kita manfaatkan dengan amat sangat baik asalkan kita tahu caranya.

great idea

Jadi gini, karena saya juga pernah jadi client, saya jadi bisa merasakan betul apa yang ada di pikiran client saat menseleksi vendor-vendor yang ngebid sebuah project. Dan yang pasti, copy paste message akan sangat jelas terlihat dan sangat mudah dibedakan dibandingkan sebuah genuine reply.

Adalah langkah yang teramat salah jika kalian freelancer Indonesia tercinta ini ikut-ikutan copy paste reply. Karena saya belum pernah tau ada yang menang project dengan cara begini (kalo memang ada yang menang, saya mohon sharingnya di comment). Blom lagi, kalo udah dikenal biasa copy paste reply oleh client yang sering bikin project, jangan harap bisa dipercaya lagi. It’s not all about the cheapest bid dude!

Kalo ada yang nanya, “Tapi kalau harus mempelajari satu satu, dan memberikan komentar yang relevan akan makan banyak waktu, tagihan spidi blom dibayar negh >.<” ya memang iya. Akan banyak waktu kalau mempelajari satu persatu dan memberikan analisisΒ  komplit tentang project client.

Tapi beda cerita kalau yang kita lakukan adalah mencari SATU SAJA pertanyaan inti yang belum bisa terjawab walaupun setelah membaca project description/project details. Nggak perlu repot bukain website referensi satu per satu. Gak perlu juga baca project description sampai dihayati dalam hati. Apalagi sampai bikin action plan komplit dari sebuah project.

Saya tidak mengatakan bahwa hal diatas itu salah. Tapi, saya mengatakan bahwa, ada satu trik yang terbukti berhasil (paling nggak bagi saya) untuk mempersingkat waktu yang dibutuhkan, dan menseleksi secara cepat project mana (dan client mana) yang tertarik dengan kita sebagai vendor.

Contoh nyata, silahkan cek project ini. Untuk menghemat waktu dan tenaga, saya biasa menuliskan pertanyaan sebagai berikut di project message board:

Hello Sir, I am Brian representing PT. DheZign Online Solution

One quick question to start, you wrote “basically all infinitiva features to be included.” Does this mean that there will be other feature added or we only include all of infinitiva’s features?

Looking forward to your reply.

Thanks

Dengan begitu kita nggak perlu repot mempelajari fitur-fitur yang ada di website referensi (dalam hal ini infinitiva) sebelum client menunjukkan ketertarikannya pada kita.

Kenapa kita ingin membuat client merespon kita? Pada dasarnya, jika kita tahu ada dua orang yang memiliki skill yang sama persis, sementara yang satu adalah teman baik kita. Dan yang satu lagi baru berkenalan dengan kita, dan kita memiliki sebuah project, tentu kita lebih memilih teman baik kita kan?

Prinsip ini juga berlaku dan dipikirkan (secara tidak sadar) oleh client. Client akan lebih mudah merespon dan berkomunikasi dengan kita jika client menganggap kita serius menanggapi project dia. Selain itu, dengan membuka dengan komunikasi ringan dan singkat seperti tadi, kemungkinan besar komunikasi akan berlanjut akan menjadi lebih besar (jika memang client tertarik pada kita). Kalo client nggak tertarik, ya gak masalah, toh kita nggak keluar waktu lebih dari 5 menit untuk menuliskan message tadi.

Ingat! Client juga manusia seperti kita yang MALAS membaca reply yang panjang-panjang pada tahap awal komunikasi. Belum lagi harus mereply dengan jawaban yang panjang… tambah malas lagi :p (ini kenyataan lho!).

Karenanya, awal komunikasi mulailah dengan sesuatu yang ringan. Sambil jalan, sementara kepercayaan client kepada kita naik sedikit demi sedikit, mulailah berkomunikasi dengan serius dan lebih terarah.

Teknik ini memberikan saya banyak sekali penghematan waktu dibandingkan sebelumnya.

Dengan saling belajar satu sama lain kita akan dapat lebih cepat meningkatkan potensi dan kemampuan kita. Nggak usah takut saingan tambah berat, rezki sudah ada yang ngatur πŸ™‚

Jadi jika ada yang pernah melakukan hal serupa, silahkan tuliskan pengalamannya dan sharing disini.

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

  1. says

    Great post!! bagus banget mas Brian Fauzan postingnya…
    Selama ini saya termasuk orang yang menggunakan ilmu kopi-paste dalam nge bid n PMB project buyer :malu:
    bisa saya coba neh ilmunya πŸ™‚
    thanks a lot

  2. says

    Nice posting Mas Fauzan ^_’

    Saya mw nambahin sedikit, saya biasanya tambahin kata2x
    “quick response will be appreciate”
    diakhir pmb saya. Hopefully, bisa cepet diresponse sama client-nya.

    Btw, setelah dapat response dari client, selanjutnya gmn tuh biar dapat projectnya ? $1500 gitu loh πŸ™‚

    • says

      setelah dapet response, digiring dikit dikit ke arah yang lebih serius pembicaraannya. Saya biasa mulai dengan mengarahkan ke pertanyaan yg krusial,

      “apa yg jadi pertimbangan dia untuk milih vendor?”

      klo udah tau, tinggal nyesuaikan aja.

      Enak to?

    • says

      Iya dong, jangan patah semangat. Ini numbers game. sama seperti bisnis pada umumnya. kalo di online store ada yang namanya conversion, numbers game juga.

      di PPC ada yang namanya CTR, numbers game juga.

      nah disini juga ada numbers game juga.

      Klo gak direspon, MOVE ON! toh client dan project gak cuman dari dia aja. Hebatnya dngan cara ini kita gak buang banyak waktu untuk pelajari project dia (yg blom tentu dia respon kita)

      • says

        ceritanya bagus tapi kok gak ada layanan yang dutilis bhs.jawa ya ! soalnya saya ada tugas nyari cerita rakyat yang bhs.jawa kalau saya suruh ngartiin indonesia ke jawa mana bisa!!!!

  3. says

    ohh begitu,trus gimana yah kalo masih newbie banget ngebid aj selalu kalah,dah hampir 6 bulanan blum dapet project satupun,maklum internetnya masih kadang-kadang,kalo di kantor trus sih enak bs gratisan netnya

    • says

      Kalo noob, biasanya nyari project yang murah aja dulu. bangun trust. ya… klo di SL project yang sekitar 5-20 USD. untuk membangun review atas kita dulu.

      Jelasin bahwa kita baru, dan minta kesempatan. Berikan garansi, dll.

      INTINYA, bayangkan kita client, dan pikirkan APA alasan kita memutuskan untuk memilih developer noob.

      Kalo mau ‘kreatif dikit’ bikin account buyer juga. trus bikin project, kasih deh ke account vendor kita :p hehehe…. kluar duit tapinya.

  4. says

    Thanks, trik yang menarik gan…

    Selama ini aku bid selalu menganalis dulu dengan singkat, tulis message yang agak panjang, cerita dikit tentang pengalaman dan portfolio, sebelum masuk ke inti project. Awalnya sih waktu ngebid cuman biasa aja, kasih rencana pengerjaan, dll (seolah kita udah ngerti semuanya), tapi belakangan baru sadar kalo itu salah. Akhirnya selain rencana pengerjaan, juga kasih pertanyaan biar dapat respon, hasilnya, mayan dapat project pertama dari 5-6 bid. πŸ™‚

  5. says

    great post…. thanks masukannya berguna banget. tapi… bukannya kita bakalan kalah saing dengan mereka2 yang ngelampirin portofolionya yah?

    • says

      siapa bilang? belum tentu lho.

      mereka yang sembarangan ngelampirin portfolio malah keliatan ‘copy paste’ dari satu project ke lainnya. besar kemungkinan gak dihiraukan sama owner project

  6. says

    Nah, gimana kalau kita itu “pemain baru”? susahnya ngejar reputasi itu loh. Memang baiknya ngambil dari project2 kecil dulu aja, tapi kadang2 pasarnya udah dirusak sama orang india dan cina.

  7. says

    Mantep gan
    ane jadi tau juga tuh ada web model SL
    jadi bisa nyari client deh :p

    kalo buat masalah org cina sama india, kita bilang aja soal security-nya bro, patut di pertimbangkan juga kan

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *