Belajar dari Seniman Jalanan

Pertama-tama, jangan samakan seniman jalanan dengan pengemis dan gelandangan yang biasa kita temui di lampu merah, ya.

Foto dari Poskota.co.id

Maksud dari seniman jalanan di sini adalah orang berketerampilan yang pamer bakat dengan melakukan aksi di jalanan dan mengharapkan saweran sukarela. Seperti yang ada di gambar di bawah ini.

Screenshot YouTube video oleh Dalezak

Sama-sama menggantungkan hidup di jalanan tapi kok beda jauh, ya. *sigh*

Ya sudahlah. Artikel ini bukan untuk membandingkan keduanya, kok.

Galau Profesional

Seiring bertambahnya jam kerja dan banyaknya proyek yang masuk, terkadang kita bertanya-tanya akan kemampuan diri kita sendiri.

Yang saya kerjakan ini sudah cukup bagus belum, ya? Klien bakal suka nggak, ya? Apa tarif $1000 itu nggak ketinggian buat proyek selevel ini? Apakah saya akan sukses berkarier freelance di bidang ini? Duh, jadi nggak pede.

Terdengar familiar?

Bagi yang pernah galau seperti itu, mari mengulik pelajaran-pelajaran apa saja yang bisa kita dapatkan dari seniman jalanan.

#1 Praktek Berkelanjutan

Coba ingat-ingat bagaimana rasanya presentasi di depan ruangan yang penuh orang. Walaupun sudah gladi resik dan menyiapkan contekan, tetap saja menegangkan, kan? Padahal, presentasi itu sekedar bercerita tentang ide. Kita hanya menggunakan suara, raut wajah, dan sedikit gerakan tangan sambil sesekali berjalan.

Apa kabar dengan seniman jalanan yang dalam aksinya harus menggunakan sebagian besar atau bahkan hampir seluruh organ tubuhnya? Pertunjukkan selama setengah jam bisa saja merupakan hasil dari latihan berbulan-bulan.

#2 Valid Feedback

Keuntungan menjadi seniman jalanan adalah mereka memperoleh feedback yang paling jujur dan berguna. Kalau keren pasti banyak orang yang mengelilingi, memotret, merekam, dan melemparkan uang. Kalau sepi penonton… ya berarti belum cukup bagus dan butuh lebih banyak latihan.

#3 Eksplorasi Tanpa Henti

Nyambung dari #2, apa yang akan dilakukan oleh seniman jalanan ketika sepi penonton? Yep, itulah saatnya untuk mencoba ide-ide baru dan eksplorasi lebih lanjut. Mereka nggak perlu stuck dengan teknik yang jelas-jelas merupakan jalan buntu.

Menjadi “Seniman Jalanan” a la Freelancer

Lalu, bagaimana caranya mengaplikasikan teknik seniman jalanan ke dalam karier freelancing? Cobalah masuk ke dalam suatu komunitas di bidang karier freelancing Anda (misalnya: untuk para fotografer, ada banyak sekali Facebook fan page di bidang fotografi, tuh!). Pajanglah karya Anda dengan percaya diri. Lihat ada berapa orang yang meng-like dan meninggalkan kritik lewat komentar. Dengan belajar dari feedback, kita akan mencapai satu level lebih tinggi di karier masing-masing. 🙂

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *