Abaikan Nasihat Tentang Jejaring Sosial Ini

shutterstock_123453199

Feelancer Image via Shutterstock

Freelancer zaman sekarang sangat bergantung kepada jejaring sosial terutama yang berasal dari dunia maya, meski tidak semuanya. Mereka akan mengatakan kepadamu bagaimana bisnis freelance mereka mendapat keuntungan dari jejaringnya, yang sangat membantu mereka mendapatkan kepercayaan, pertemanan baik, dan bisa menyebarkan info tentang pekerjaan mereka.

Freelancer menggunakan media sosial dengan dua tujuan utama: mensosialisasikan diri dan menjual bisnis mereka, blog atau produk. Pada banyak kasus, sudah terlalu banyak nasihat untuk para freelancer yang menggunakan media sosial untuk memperluas jejaring bisnis. Coba saja cek Google dan kamu akan melihat hal yang sama diulang di banyak blog, artikel dan bahkan e-book.

Sama seperti blog terkenal dan nasihat mengenai freelancing yang tampaknya tak selalu berhasil, ada juga nasihat jejaring sosial yang selalu bergaung di banyak artikel tetapi tak selamanya cocok. Tetapi bukan berarti nasihat itu tak berguna, karena dalam beberapa hal, nasihat semacam itu tentu saja bermanfaat.

Masalahnya adalah tak semua orang akan menemukan dirinya berada dalam lingkungan yang sama. Jadi, jika kamu hendak mengikuti nasihat jejaring sosial yang populer, catat dan pikirkan mengapa tak berhasil untukmu, karena mungkin nasihatnya tak sesuai dengan kondisimu.

1.Perbarui Secara Otomatis

Banyak penggunaan media sosial otomatis mendukung segala kegiatanmu dan menjadi bagian dari jejaring sosial terbarumu, jadi sepertinya kamu menjadi bagian dari lingkungan mereka dan aktif setiap saat. Ini sepertinya cocok untuk kamu yang tak punya banyak waktu untuk menghabiskan waktu di jejaring sosial pilihanmu. Coba saja lakukan tes kecil. Buka Twitter dan cek timeline. Kamu seperti otomatis mendapat update dari berbagai blog, kutipan, dan banyak link berharga yang dibagikan oleh orang-orang di sana.

Masalah kemudian muncul beberapa saat kemudian, bahwa hal itu mulai terasa mekanis. Katakanlah kau tak menemukan sedikit waktu pun untuk mengecek jejaring sosial. Jika orang-orang melihat timeline kamu, mereka akan melihat bahwa kamu membagi link dari blog, kutipan, atau twit untuk memasarkan produkmu. Mereka mungkin tak akan memerhatikanmu berinteraksi dengan pengikutmu dan itu permasalahan terbesar dengan update yang terjadi secara otomatis.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Memang benar bahwa update otomatis cukup berpengaruh dalam jejaring sosialmu. Tetapi terlalu banyak pun dapat berakibat tak baik untukmu. Alih-alih seperti bot, coba buatlah updates automatic untuk memudahkannya. Jika kamu ngeblog secara reguler, gunakan plugins seperti Tweet Old Post dan aturlah setiap jarak waktu 4-8 jam antar posting. Jika kamu sangat sibuk, jadwalkan beberapa sekaligus. Gunakan web apps seperti Hootsuite atau Buffer. Jika kamu hendak membagi tautan tersebut, tambahkan komentarmu sendiri.

Jika kamu tak sempat berselancar di media sosial untuk beberapa waktu, jadwalkan twitnya dan biarkan pengikutmu mengetahuinya. Semua orang pun tentunya mengetahui dan menyadari bahwa kamu tak ada di depan timeline setiap saat.

2. Aktif di Mana Saja

Setiap saat ada jejaring sosial baru, hampir setiap orang mendaftar dan mulai menghabiskan banyak waktu di sana untuk menjadikannya media eksis yang baru. Setelahnya, selalu ada nasihat rekomendasi yang standar, “Hey, cobalah aktif di media sosial (yang satu ini)!” Artinya, jadilah aktif tetapi tanggapi nasihat ini sekilas saja. Eksis di jejaring sosialnya disesuaikan dengan kebutuhanmu saja.

Sebagai freelancer, kamu terikat oleh waktu saat bekerja. Jika kamu tetap menggunakan beberapa jejaring sosial yang berbeda, sepertinya nggak akan efektif. Aktif di media sosial bukan berarti kamu harus eksis di semua media itu, bro.

Membuatnya Bekerja Untukmu

Coba membuat akun yang menggambarkan dirimu dan buatlah URL yang menarik. Kemudian, fokus hanya pada media sosial yang paling menunjang pemasaranmu. Persiapkan materi pemasaran bisnismu dan pilih tiga jejaring sosial yang akan paling sering kamu gunakan.

Untuk saya, biasanya menggunakan Twitter, Facebook, dan G+. Sekarang perlahan saya juga menggunakan Pinterest. Selalu menarik untuk mencoba sebuah jejaring sosial baru. Bagi yang biasa bermain di Instagram, LinkedID, dan Path bisa juga menggunakan ketiga media tersebut. Cobalah bermain dengan jejaring sosial favoritmu beberapa saat setelah jam kerja. Temukan apa yang bisa membuat jejaring sosial itu membantu bisnismu.

shutterstock_114844180

Freelancer Image via Shutterstock

3. Bagikanlah!

Kehadiranmu di jejaring sosial tak akan berpengaruh banyak bila tak membagikan konten kepada pengikutmu.Tetapi harap diperhatikan juga, terkadang freelancer membuat kesalahan dengan membagikan topik di luar materi pemasaran bisnisnya, misalnya tentang hobi pribadi.

Jika profilmu tentang bisnis freelance dan kamu justru lebih sering membagikan hal tentang hobi bermain catur, kamu justru akan membuat pengikutmu bingung dan membuat mereka salah menilaimu. Sebelum telanjur mereka menilaimu sebagai sumber informasi yang salah kemudian mengacuhkanmu, cobalah untuk mengubahnya.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Bagikanlah konten yang cocok dengan sasaran pemasaranmu. Jika kamu seorang freelancer dan target pasarmu adalah teman sesama freelancer atau klien yang potensial, maka pembagian konten itu berhubungan dan pas dengan mereka.

Lebih baik lagi, tambahkan pendapat dan pemikiranmu dalam konten yang kamu bagikan. Biarkan mereka mengetahui opinimu. Konten yang kamu bagikan dapat membuatmu menjadi sumber informasi mengenai bisnis freelance dan membuatmu selayaknya seorang ahli.

4. Kirim dan Perbarui Setiap Hari

Ketika memulai menggunakan jejaring sosial untuk memasarkan bisnis, coba cek lagi bagaimana dan seberapa sering menggunakannya. Dari hasil yang biasa digunakan, update di Facebook dan G+ bisa 5-7 kali sehari dan lebih banyak di Twitter, misalnya 15-20 kali sehari. Cobalah pola tersebut dan lihat hasilnya. Tetapi jika belum terbiasa, hasilnya justru akan kewalahan dan mengganggu jadwal kerjamu.

Nasihat seperti itu sepertinya cocok, tapi bisa juga tidak. Bingung? Sama.

Membuatnya Bekerja Untukmu

Salah satu cara mengetahui bagaimana cara mengetahui berapa banyak kamu sebaiknya memperbarui statusmu adalah dengan menggunakan media sosial dalam pertanyaan. Kadang hasilnya adalah 100 tweet sehari atau lain hari hanya lima. Kadang juga, satu status di Facebook lebih dari cukup dengan tanpa disertai tambahan pembaruan status .

Jadi, cara kerjanya tergantung percakapan dan waktu yang tersedia agar semuanya bekerja dengan baik.

Refleksi

Hal baik mengenai media sosial dan jejaring sosial adalah tak ada yang kaku pasti. Apa yang cocok denganmu belum tentu pas untuk orang lain. Hanya kamu yang dapat mengatakan bahwa hal itu cocok untukmu dan hal itu benar. Pernahkah kamu mengikuti nasihat tertentu mengenai jejaring sosial dan ternyata tak sesuai denganmu?

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *