6 Hal yang sering dilupakan oleh freelancer

Hal Yang Sering dilupakan Freelancer - photo by t0m_ka

Hal Yang Sering dilupakan Freelancer - photo by t0m_ka

Menjadi seorang freelancer tidak ada bedanya dengan menjadi seorang pebisnis, Anda yang buat sendiri aturannya, dan Anda sendiri yang mengimplementasikannya. Anda adalah bos dari diri Anda sendiri, dan tentu saja semua yang Anda lakukan harus Anda tanggung sendiri akibatnya. Oleh karena itu tidak ada salahnya kita berpikir seperti layaknya seorang pebisnis yang baik.

Seringkali para freelancer melupakan pola pemikiran seperti ini, lalu mereka bertanya pada diri sendiri mengapa diri mereka gitu-gitu aja dan tidak berkembang. Menurut saya hal tersebut diakibatkan karena mereka melupakan 6 hal penting berikut:

1. Mempunyai rencana bisnis yang jelas

Boy Avianto mengatakan hal ini dalam presentasinya saat FreSh Gathering 1.0: “Business without a business plan is bullshit“. Saya sangat setuju dengannya, bagaimana kita menjalankan bisnis tanpa adanya rencana bisnis? Jangan naif dan mengatakan bahwa semuanya akan berjalan dengan baik-baik saja terus menerus. Buat rencana bisnis Anda dengan baik dan benar, dan konsultasikan itu ke orang-orang sekitar Anda.

Rencana bisnis seperti apa yang cocok untuk freelancer? Kita bisa mulai dari pertanyaan berikut: Dapet duit dari mana ini? Bila Anda desainer situs web, Anda bisa mencontoh icreativelabs dengan mulai berkecimpung di dunia lelang proyek seperti GetAFreelancer dan situs semacamnya. Anda juga bisa mulai mengejar klien lokal yang bisa Anda dapatkan dari jaringan bisnis. Tentukan target dan estimasi penghasilan, lalu coba implementasikan ke dunia nyata. Ubah target dan estimasi Anda berdasarkan pengalaman implementasi tersebut dan teruskan sampai tercapai stabilitas. Mantapkan rencana bisnis dan jangan menjadi penjudi nasib!

2. Prosedur (SOP) yang jelas

Freelancer butuh SOP? Oh tentu saja! Buatlah langkah-langkah jelas bagaimana Anda akan melakukan pekerjaan Anda. Untuk apa? Untuk menjaga profesionalitas dan membuat Anda lebih dihargai. Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel ini.

Keuntungan dasar dari prosedur yang sudah terstruktur dan jelas adalah: Anda bisa tahu dan bisa memberitahu klien apa yang akan dilakukan selanjutnya, dan bisa memberikan estimasi yang jelas tentang waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ke langkah selanjutnya. Klien akan lebih tenang bila semuanya sudah direncanakan, dan bila semua rencana tersebut dijalankan dengan baik.

3. Ruang kerja yang memadai

Ok, mungkin hal ini tidak berlaku untuk semua orang tapi bagi saya, ruang kerja yang memadai itu sangatlah saya perlukan agar saya bisa bekerja dengan optimal. Anda tidak perlu sampai membuat satu kamar khusus dirumah untuk bekerja, tapi buatlah suatu kondisi yang nyaman bagi Anda. Kantor saya berada di kamar saya dan hanya berupa sebuah meja kerja untuk menaruh laptop saya, kursi yang nyaman, tempat gelas, buku-buku referensi dan beberapa laci untuk menaruh dokumen. Kondisi seperti itu sudah cukup agar saya bisa bekerja dengan optimal. Tapi bila Anda membutuhkan dua layar, menaruh beberapa Gundam disamping komputer, memasang speaker besar untuk menyetel musik sembari bekerja dan lainnya ya silahkan saja. Kantor Anda = aturan Anda. Tidak ada yang bisa melarang apa yang Anda taruh disitu kecuali Anda sendiri.

4. Laporan keuangan yang rapi

“Duh laporan keuangan lagi..” Mungkin hal itu yang terlintas dikepala Anda ketika membaca ini, sama seperti saya dulu. Tapi bagaimana Anda tahu bahwa keuangan Anda meningkat atau menurun tanpa laporan keuangan yang jelas? Kita sebagai freelancer tentunya tidak mengalami volume transaksi yang sangat besar, jadi kita bisa pakai aplikasi pencatat keuangan pribadi yang sederhana. Saya sendiri pernah menggunakan iBank, lalu berpindah ke Buxfer karena gratis dan online jadi bisa dipakai dimana saja, bahkan di telepon genggam Anda. Dengan menggunakan aplikasi tersebut, Anda bisa dengan mudah memonitor penghasilan dan pengeluaran Anda.

Saya sangat sarankan untuk memisahkan keuangan bisnis dan keuangan pribadi, mengapa? Agar Anda bisa melihat perkembangan bisnis Anda dengan jelas, dan tidak tertutupi oleh hutang-hutang kartu kredit Anda 😉

5. Situs portfolio yang representatif

Saya cukup sering mendapatkan email dari freelancer yang berisikan portfolio mereka dalam format pdf, dan berukuran 2MB atau lebih. Coba ya, internet saya mungkin kencang, tapi tetap saja saya malas untuk mengunduh file sebesar itu, terutama karena bukan saya yang butuh. Namun setidaknya tipe orang tersebut lebih baik dibandingkan dengan mereka yang mengirimkan email berisikan:

“Hai, saya web freelancer. Ada kerjaan tidak?”

Dan isi email tersebut hanya itu.

Lucu? Memang, kadang saya juga suka heran dengan kelakukan orang-orang jaman sekarang. Buatlah situs portfolio yang memadai. Bila Anda desainer, anda bisa pakai devianart atau situs portfolio lainnya, penulis bisa membuat blog untuk menunjukkan gaya tulisannya, dan untuk desainer web, ya.. akan sangat lucu sekali bila Anda mengaku web designer tapi tidak mempunyai situs sendiri.

Tidak punya cukup karya untuk memamerkan portfolio? Ya buat dong! Cobalah tawarkan jasa Anda ke organisasi nirlaba dan bilang Anda akan kerja gratis untuk mereka, perbanyak portfolio Anda, lalu pamerkan ke semua orang dengan bangga!

6. Berpakaian rapi

Bayangkan saya klien Anda, lalu saya melihat Anda dikejauhan dengan tas punggung buluk, kemeja lusuh dan jeans robek besar sekali di dengkul, plus sendal jepit. Lalu Anda menuju meja saya, dalam jarak tersebut pun saya sudah mengetahui bahwa Anda belum mandi 3 hari. Lalu tiba-tiba Anda menyapa saya dan akhirnya saya menyadari bahwa kepada Anda saya akan menyerahkan uang puluhan juta saya. Serius, kalau saya sih.. saya akan memikirkan ulang keputusan tersebut.

Mungkin bila Anda seterkenal Satya dari Tulakom atau Harry dari Digital Grafis, Anda bisa lolos dengan cara seperti ini, tapi sangat sangat tidak saya sarankan. Berpakaianlah dengan rapi, minimal kemeja lengan pendek yang tersetrika dengan baik dan celana yang tidak bolong-bolong. Sesuaikanlah dengan tempat Anda melakukan rapat. Bila di Mall, maka kaos dan jeans rapi juga bisa, tetapi kalau di gedung kantoran, cobalah lebih rapi lagi dengan kemeja lengan panjang dan celana bahan. First impression matters!

Baik, saya rasa 6 hal tersebut sering dilupakan oleh para freelancer. Coba tanyakan ke diri Anda sendiri apakah ada yang Anda lupakan dari 6 hal diatas.

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

  1. says

    Hehehehe thanks for sharing, my plan is no plan si sebenernya tapi sekarang dah mulai insyaf :p

    Laporan keuangan itu penting banget!! Dari awal ya teman-teman…!! Jangan kayak gue pusing belakangan.

    Sekarang saya juga bisa get away dengan jeans ke meeting dengan even the most kuno client. Bodo amat :p

  2. says

    Ollie kan sudah terkenal, bisa tu lolos dengan jeans 😛

    No. 6 berguna juga kalau misalkan lagi video conference, saya pernah pas video conference pakai kemeja lengan panjang, tapi bawahnya boxer 😛

  3. says

    Mengenai BUXFER, saya jadi tertarik.. walaupun saya ada Cha-ching tapi jarang saya pake juga 😀 eh ada BUXFER mau coba ah

  4. says

    excellent tips to make you more professional, or at least appear more presentable hehe.. soal pakaian, ga ngaruh terkenal atau tidak, harus selalu perhitungkan penampilan, mau sok serius atau emang sengaja sok cuek hehe.

    but i want to stress point number 5, soal portfolio! banyak banget freelancers yang portfolio sitenya ga beres! entah belum punya, under construction, not informative enough, atau never updated. oops.. i just remember i need to update my 3 year old site, yikes.

  5. says

    Wah jadi ngiklan Buxfer.. gpp de, emang bagus si 😀

    Iya sat, gw jg dah setaun ga update portfolio ni xD Benar kata satya, ga perlu keren-keren amat kok, yang penting rapi dan tidak terkesan malas!

  6. says

    untuk masalah kerapian ini gue selalu susah?!

    pernah waktu itu gue make jeans lalu meeting sama ibu-ibu menteri (Ibu Hatta Rajasa dan Ibu Widodo) dan Pak Sudibyo menteri pendidikan lalu Bu Hatta negor gue, “Anggi ko make celana jeans sih?” dengan santai gue jawab… “Maaf bu, celana saya semua belum kering.. kan tadi malam hujan deras, walhasil semua celana saya basah semua deh”. sambil celingak celinguk ke Agus hihihihi

    Akhirnya gue disuruh nunggu diluar, sama ajudannya 😀 siyal

  7. says

    Ahaha, lucu juga ceritanya nggi. Mari kita semua belajar dari kesalahan tersebut agar tidak disuruh nunggu diluar oleh ajudan mentri 😛

  8. says

    Wah.. mantep tulisannya. Thanks dah disinggung2.. 🙂 Betul kata Satya, penampilan rapi nggak ngaruh udah senior atau nubie. Kalau first meeting, wajib untuk rapih. Nggak harus pake jas + dasi, sportif juga bisa asal appropriate + rapi. Pake jeans + converse sih kalo udah kenal baik dengan clientnya.. 🙂

  9. says

    Yang bikin susah itu kemeja, celana bahan dan kemejanya harus dimasukin kedalam celana tiiiidakkkkk 🙁

    Keuangan + SOP yg menurut gue jadi hal wajib, kenapa?
    dengan adanya SOP, pekerjaan menjadi lebih terarah dan menghasilkan… (kerjaan beres, duit cepat sampai ditangan). Setelah sampai jgn segera dihamburkan beli gadget… tapi sedikit menabung, mungkin 10%-20% dari total penghasilan dan pasti kamu akan menikmati hasilnya

    bukannya teman-teman pengen pensiun diumur 35th? 😀 why not?

  10. says

    ah, anggi emang pelit 😛

    gadget selama alasannya pas sebagai pendukung kerja ndak masalah dong.

    tambah satu lagi, mental. total jangan setengah2 nyemplung jadi freelancer dan jangan pernah pilah-pilih project.
    untuk menjadi besar harus diawali dari yang kecil… 🙂

  11. says

    Stuju pnmplan mmg harus no.1,,,match sma sikonnya,krn ga da slhnya qt mghrgai si client,dgn pnmpln yg rapih,,walaupun sbnrnya sprti kt mas anggi,males juga pk kemeja dimasukin plus clana bahan,ha3x….tp ttp brusaha lah!
    Nice article mas….

  12. says

    artikel yang super ( halah 😛 ) ,
    Pengen tau lebih lanjut dong ulasannya tentang manajerial/bisnis ginian.. ato ada recommended books/further-reading gituh…

    *alhamdulillah selama ini masih dikasih rejeki walo standarnya pake sarung + kaos-oblong 😛 , kalo lagi iseng ke-kantor yg dibandung (bukan icreativelabs lho) jg biasa pake jeans + kaos-oblong… hehe pis

  13. says

    saya terakhir kali dan untuk pertama kali beli celana bahan saat mau lulus kuliah 😀

    rasanya pake celana bahan kayak bapak2 hu5x

  14. says

    Wah nggi, dibilang pelit tu 😛 Wajar la, kan dia menabung untuk mencari rumah baru demi istri tercinta. Iya ga nggi?

    Eh Ade (Natali) berkunjung. Betul sekali, carbonmade atau bahkan blogger pun bisa dijadikan situs portfolio. Tinggal pinternya kita aja.

  15. says

    Paten nich listnya, cuma kelupaan satu. Freelancer itu sering lupa makan soalnya kerjanya nyari duit terus :p

  16. says

    Keren! listnya bagus, saya setuju dari point 1 – 5.

    Khusus point 6 is way too far from my experience. Saya cenderung cuek dengan penampilan, banyak hal yang lebih penting dari pada memperhatikan penampilan. karena menurut saya justru itu adalah nilai plus dari seorang freelancer: gak usah punya seragam parlente 🙂

    ah just my 2 cents…

    good writing!

  17. says

    Bagus bgt artikelnya :).

    Memang benar byk yg lebih penting daripada penampilan. Tp jgn sampe gara2 penampilan jadi hilang kesempatan. So, klo menurut saya pribadi, kita sendiri harus peka, dengan siapa, dimana, dan kapan kita akan bertemu client. Ga perlu pake dasi dan jas lha, yg penting rapih n sopan.

    Seperti kasus anggi, untung anggi meetingnya ada temen, klo sendiri bisa disuruh pulang dulu tuh dia :D. Klo gw meeting sama om Harry sih pake celana pendek jg gpp ya om :D.

  18. says

    @Yogi
    Bukan Freelancernya yang lupa makan.. tapi ORDERAN yang LUPA sama FREELANCERnya… soalnya FREELANCER juga MANUSIA 😀

  19. says

    no 1 ……. hmm bagi yg baru mau memulai, hati2 dengan rencana yg jelas dan detail, karena ini bisa menjebak …… alih2 pikiran dipenuhi dengan memodifikasi rencana yg SEMPURNA tetapi lupa akan eksekusi

  20. says

    setujuuuuu,,,,
    freelance bukan berarti FREE for all your aspects in life, dudes (*_^)

    yah,,, kesan pertama begitu menggoda : penting tuh – huehehe!

  21. heru says

    mas anggi, seorang newbie web desainer gmna ya caranya pertama kali menarik client,. pa harus ngajuin proposal pembuatan website,. terutama web akademik..thanks

  22. says

    Lebih baik mending kalo kita ketemu dengan calon client (offline) disesuaikan dengan siapa dan dimana ketemunya. Tapi klo online, ya terserah sih, apalagi kalo si client minta berskype-an, paling enggak bagian atas rapih (tergantung kondisi).

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *