Taktik Gerilya Menangkan Proyek
June 28, 2009 / Dian Ara /Pengalaman Penulis Pemula Mendobrak Pasar Internasional (2-habis)
Melanjutkan Hei dolar pertama saya, di artikel sebelumnya.
Berbulan-bulan saya berusaha memenangkan job di sejumlah marketplace, seperti Get A Freelancer dan Elance. Hingga tulisan ini saya selesaikan, hasilnya tetap nol. Saya lantas banting setir. Dua jalan gagal, berbeloklah ke jalan ketiga. Saya coba mengais rezeki di forum webmaster Digital Point. Tapi langsung terbentur kendala: saya tidak bisa membuka lapak sebelum mencapai 25 postingan dan 14 hari keanggotaan. Toh dolar pertama berhasil juga saya raup. Bagaimana caranya?
Taktik pertama, saya kirim PM ke salah seorang moderator, yang kebetulan penulis handal dari Inggris. Namanya bertamu ke forum asing, masih newbie superduper polos, tentu saya harus ”kulonuwun” dulu. Saya perkenalkan diri, negara asal, profesi, dan kenapa saya tertarik untuk mencari pekerjaan lewat forum tersebut. Saya juga memuji situs pribadinya, memuji writing style-nya yang (memang!) oke banget, dan meminta friendly advice bagi seorang penulis pemula. Untuk berjaga-jaga saja, siapa tahu di tengah-tengah gerilya saya kepentok masalah dengan calon klien, yang kemudian melaporkan saya ke moderator. Semoga PM ”ramah-tamah” itu bisa mengantisipasi penilaian buruk sepihak dari warga senior yang belum mengenal kredibilitas saya.
Kedua, saya lurking BTS selama beberapa hari. Dan mendapati beberapa tawaran job yang berkaitan dengan tulisan-tulisan yang pernah saya kerjakan dalam bahasa Indonesia (kesehatan, kecantikan, gadget, dating, seks, traveling, games, dll). Saya kontak calon klien lewat PM, salah satunya bahkan lewat e-mail. Sekali lagi, terkait peraturan forum tersebut, saya tidak bisa post di BTS ketika baru bergabung. Jadi itulah satu-satunya yang saya bisa lakukan.
Kepada tiap calon klien saya kirimkan aplikasi (seperti biasa, berisi data pribadi, rate, dan alasan kenapa saya layak di-hire). Bersama itu saya attach juga contoh tulisan yang paling relevan, tentunya sudah saya terjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Saya mengakuinya sebagai tulisan yang pernah dimuat di majalah dan koran cetak. Itu toh bukan kebohongan. Memang semua tulisan itu pernah dimuat! Saya cuma (sengaja) lupa menyebutkan bahwa tulisan itu aslinya berbahasa Indonesia, hahaha…
Dan begitulah. Singkat kata, saya mendapatkan job pertama berbayar dolar. Rate saya bahkan langsung mencapai $2 per 100 kata untuk unique article writing, padahal biasanya newbie (terutama orang India… bah!) mematok $1 per 100 kata, bahkan ada yang (astaga!) $0.5 dolar per 100 kata. Beginner’s luck? Mungkin saja. Tapi yang pasti sekarang saya lebih pede untuk terus memasarkan diri di dunia internasional. Yang tadinya tidak punya apa pun kecuali tulisan-tulisan dalam bahasa Indonesia (= sampah bagi pasar internasional), sekarang saya punya 2 artikel siap dipajang.
Pengalaman ini mengingatkan saya pada Naruto. Yang tidak pernah menyerah bahkan setelah tubuhnya babak belur dihajar musuh. Sembari menahan nyeri dia malah terus memutar otak, mencari cara kreatif demi mengalahkan musuhnya. Mungkin menulis juga seperti itu ya? Harus rela menerima ratusan penolakan sebelum akhirnya menggaet satu saja peluang untuk membuktikan diri. Jadi ayolah, teman-teman penulis, jangan menyerah juga ya. Saya bisa, kalian juga pasti bisa! GANBATTE!
BEST ARTICLES
- 3 Cara Mengisi dana ke PayPal 78 comment(s)
- Situs Freelance Online Bagi Calon Freelancer 70 comment(s)
- 7 Tips Berkompetisi dan Mendapatkan Klien di 99designs 68 comment(s)
- 3 Cara Mudah Mendapatkan Klien Secara Reguler 66 comment(s)
- Diskusi: iPhone atau Blackberry 56 comment(s)
- Memilih Penyedia Jasa Layanan Internet di Indonesia 51 comment(s)
- Memulai Hidup Baru Menjadi Seorang Freelancer 49 comment(s)
- Langkah - Langkah membuat Paypal Indonesia 46 comment(s)
- Resources : 21 Situs Pencari Kerja Online 45 comment(s)
- Freelancer itu (Harus) Seperti Kecoa! 41 comment(s)
RELATED ARTICLES
COMMENTS
-
@ agoes82: pilihan kata ya -.- baik, saya akan berlatih menulis dengan pilihan kata yang lebih bisa diterima semua orang. makasih masukannya.
@ didats: yah, sebetulnya bukan bermaksud menjelekkan bahasa sendiri sih. lha buktinya saya juga masih menulis dalam bahasa indo -.- tapi maaf deh, saya terbawa suasana berdebat ala forum, hehehe…
@ om ipit: betul anda terinspirasi?! baguslah! saya tunggu karya anda! jaya penulis indo!
@ jauhari: setuju!
@ antown: setuju juga!
@ luluk: lha! jangan saya doang dong. anda juga lah, ayooo share pengalamannya ^^
-
nice article. ttp semangat ya.
gapernah dpt job di freelancer marketing? belum nyantol aja kali
sekedar sharing : stiap web frilen market punya kultur + harga pasar sendiri2 , jadi cara nembaknya jg beda2. coba browse2 proyek2 yg kelar, jg browse2 profil2 ‘lawan’ yg sering dpt proyek, gmn mrk setting harga, etc. dr situ biasanya cukup hints utk mulai dg tgkat kberhasilan yg tinggi.
btw, menarik jg kalo di share lebih byk ttg content dev, brp rate yg pantas, kira2 1 artikel butuh brp kata (ato brp duit), keywords opt ratio, etc.*eh ada anggi : ngabur aah.. wkk
-
menarik sekali, baru kali ini baca tentang writer freelancer Indonesia
. thanks mbak dian -
@ yahya: idenya dicatet. *semoga nggak lupa* makasih.
@ bisri: makasih.
-
Jujur ,sejujurnya manusia . Saya sangat iri dengan orang yang memposting artikel ini.
beliau memiliki semangat banting stir high Quality ,yang begitu jarang dimiliki orang-orang newbie.
saya juga demikian ,saya pengen menjadi penulis handal tanpa
mengeluh walaupun banyak duri-duri kehidupan yang sengaja menjadi halangan untuk titik sukses saya.
Mas saya iri
sekali lagi ,saya iri dengan anda………..














