Pengalaman membuat saya bisa mengenali calon klien yang patut dikejar dan dipertahankan, dan mereka yang sebaiknya dihindari dari awal. Kita tidak mau dong menghabiskan banyak waktu kita untuk mengejar klien yang akhirnya hanya akan menyusahkan hidup kita dikemudian hari. Kenali mereka dari awal dan jauhi mereka! Percayalah bahwa itu akan membuat hidup Anda lebih baik
Berikut adalah tipe-tipe klien tersebut:
1. Menawar sangat jauh diawal, dan ngotot
Saya punya harga standar bagi setiap tipe pekerjaan saya, kadang memang kita harus lebih fleksibel dalam menentukan harga. Tapi semua harga yang keluar dari saya pasti didasarkan pada standar yang sudah dibuat. Sebagai calon klien, mereka berhak sepenuhnya untuk menawar, namun saya kadang suka bingung dengan mereka yang menawar setengah harga! Saya percaya bahwa jasa saya cukup pantas dihargai dan saya berpegang teguh pada prinsip tersebut.
Klien seperti ini biasanya membanding-bandingkan kita dengan perusahaan/penyedia jasa yang memberikan harga lebih murah. Namun coba perhatikan, penyedia jasa yang lebih murah cenderung murahan! Jadi saya bisa bilang ke klien tersebut dengan tenang bahwa “Ada harga ada barang!”. Satu lagi yang mencemaskan: klien seperti ini cenderung akan memeras semua yang Anda bisa berikan dengan alasan sederhana: “tidak mau rugi”.
Jangan biarkan Anda ditekan hanya karena ada orang lain yang bisa menyediakan harga yang lebih murah. Tegaskan mereka dengan penuh percaya diri: “Kalau bapak percaya pada mereka ya silahkan pakai jasa mereka, sekian dan terima kasih”. Setelah beberapa hari, biasanya klien tersebut kembali ke saya dan setuju dengan harga yang sudah diberikan.
2. Belanja keliling (Window-shopping)
Tipe klien seperti ini biasanya hanya sedikit bertanya dan juga sedikit memberi informasi tentang apa yang dia inginkan. Bisa terlihat dengan mudah dengan pendeknya email, atau terkesan template, bahkan memang mengisyaratkan kalau calon klien sedang “berbelanja” kemana-mana mencari harga yang paling murah.
Biasanya klien seperti ini tidak mementingkan kualitas, dan hanya mencari harga paling murah.
3. Menelpon diluar jam kerja
Saya paling tidak suka ditelpon soal pekerjaan diluar jam kerja. Walaupun saya memang sering sekali bekerja diluar jam 8-5 tapi bukan berarti saya suka dihubungi diluar jam tersebut. Bila Saya ditelpon hari sabtu atau diluar jam kerja, saya tidak akan mengangkatnya dan akan menghubunginya lagi setelah jam kerja dimulai. Bila berlanjut, bilang dengan sopan bahwa Anda tidak bekerja diluar jam kantor. Bila tidak bisa juga, berarti klien tersebut tidak pantas dipertahankan.
Ok, itulah tipe-tipe klien yang biasa saya hindari, bagaimana dengan Anda?













ThemeWarrior
November 20, 2008
Setuju bro, satu lagi klien yang perlu dihindari adalah yang merasa dirinya adalah web designer, dalam artian merasa lebih tau dan lebih pintar dari kita padahal mereka sama sekali baru atau tidak paham tentang web design.
Sunaryo Hadi
November 21, 2008
Kayaknya memang harus begini. Supaya bekerja lebih efektfk dan effisien.
Sastro Gozali
November 23, 2008
Well apa yang kamu alami, pasti kebanyakan web designer mengalaminya juga. Membandingkan dengan yang lain, mau tawar semurah mungkin dan yang pasti ada free ini itu
Kadang2 merekanya gak ngerti website, tapi mau harganya super murah aja.. Tapi itulah ada harga ada barang sih.
Good article!
tenli
November 23, 2008
setuju bro, apalagi yang klien ngakunya punya ‘taste’ seni tinggi dan ujung2nya kok kaya template-nya office yah?
Arsya
November 25, 2008
Pada dasarnya gw setuju bro ama artikel ini eamng harus tuh pilih2 klien karena salah pilih bisa kena apes… secara personal sih gw mending punya klien sdikit tapi sama2 enak daripada banyak klien tapi pusing kepala.
Kalo boleh gw nambahin, gw paling ga suka ama klien yang banyak maunya tapi mereka ga tau apa2.. cuma buang2 waktu aja.. walopun akhirnya dia milih design yang kita tawarin pada saat awal2
chaz
November 26, 2008
Kuy… salah satu client bertahan Pepper (you know this client) baru aja ‘terkena’ imbas dari belanja keliling dengan hasil pilihan harga termurah dr agency (ngakunya sih mereka agency)yang lain… dan akhirnya… uang hilang dan project batal 100%..
adhi
November 26, 2008
setuju.. setuju..
udah ditawar blom juga deal, trus minta dibuatin mockup..
revisi sana sini, eh ilang gag ada kabarnya lagi mas..
menyedihkan
morbid713
November 29, 2008
untuk “ditelpon soal pekerjaan diluar jam kerja”
saya masih bisa nego
apalagi jika kita masih newbie
harus lebih banyak support ke calon klien
Ide menulis
December 24, 2008
Betul. setuju! kita harus lebih berani mengatakan TIDAK pada calon klien kayak gitu.
yaufani adam
January 1, 2009
yang bikin bete lagi klien yang model gini:
“mas, kok kayaknya masih kurang artistik ya,”
tapi giliran ditanya mananya yang kurang, eh bilangnya “wah ndak tau, kurang artistik aja ”
nice article mas
makasih
Oyonk
January 15, 2009
Tapi kebanyakan orang yang ngerti komputer juga banyak yang suka nipu. Butuh inilah, butuh itulah, harganya mahallah hitungan dolarlah. padahal barang rekondisi
salam kenal dari http://oyonk.com
ditunggu kunjungan dan dukungannya
terimakasih
nurasto
January 23, 2009
Kalau kecemasan kita melebihi harapan kita, lebih baik jangan diambil sih
. Kalau udah keambil, yah kudu sabar.
Rudy N
January 27, 2009
setuja…banget tuh.
nambahin dikit, nggak perlu ditanggapi emosi client yang suka menawar sangat murah. masih banyak calon client yang dapat menghargai/menerima harga jasa pekerjaan yang kita tawarkan.
Bravo FREELANCER
Jabat erat,
Rudy. N
oyik
February 22, 2009
setuju banget, didunia video juga bisa berlaku hukum yang ini,…
Bagoes
March 18, 2009
terima kasih untuk artikelnya.
sangat berguna untuk saya yang masih dummy dalam hal web design.
ini akan menjadi saran atau masukan untuk saya dalam membentuk fondasi dasar prinsip bekerja saya.
terima kasih:)
Herdi
April 2, 2009
se 7 kemaren saya juga baru “cerai” dengan klien yang sangat tidak menghargai profesi web designer! bayangin website yang sudah 80% dibuat di tawar 500.000 pa ga edan! bikin webnya dia(full flash) aja makan waktu 1 bulan.
Priyo
September 8, 2009
Freelancer!
Silahkan gabung di BPI, jika anda tertarik bekerja sbg profesional bukan sebagai orang gajian. Konsep kami adalah “bekerja bersama” Anda bukan bawahan, tapi anggota tim, yang dihargai berdasarkan kontribusi kerja (prosentasi dari nilai project). Saat ini kami butuh 10 orang profesional untuk:
1. PHP + Ajax programmer (web 2.0) 6 orang
2. MySQL/PgSQL DBA 2 orang
3. Implementator 2 orang
Diutamakan yang pernah terlibat development klinik dan rumah sakit. Ongoing project waiting… jadi cepat-cepat. Kirim portofolio ke pry@bpi.co.id
…… Please sebarkan info ini……
Aria Rajasa
September 8, 2009
@priyo, tolong etikanya ya pak. Kalo mo mengirimkan lowongan coba ke jobsfreak.net ato tempat yang lebih appropriate. Ini fasilitas diskusi bukan fasilitas spam.
Yofie Setiawan
February 15, 2010
haha… saya pribadi belum ada fix jam kerja, kadang saya masih tidur pagi-pagi menjelang siang udah di telp client, ga bisa disalahkan sih, memang sudah masuk jam kerja, tapi saya nya masih tidur haha… jam kerjanya bisa sampe pagi sih biasanya…
muhtar
February 17, 2010
Thanx mas ats artikelnya…
Buka cakrawala yang baru bagi saya..
Saya ni bru menggeluti freelancing ni..
Boleh tanya g mas caranya bedakan klien yg maw nipu qta dgn klien yang jujur dan serius itu gmana ???
Thanx bget……:)
Arie Putranto
February 23, 2010
Hmmm … kalau yang point ke3, menelepon di luar jam kerja, sepertinya masih bisa ada kebijaksanaan …
dharmanto aji
April 8, 2010
waduhh…idealis banget..tapi gak papa..itu biasanya prinsip seorang freelancer atau pekerja lepas profesional. yang jadi masalah bagaimana kalau kita pemula and kurang prof..?..he..he…pasti susah ya…mau gak mau sikat aja…dari pada gak dapet… tetapi apapun itu pasti ada risiko yang harus dibayar. murah asal jangan murahan ya..
hamzah
April 21, 2010
untuk yang pertama, biasanya saya jelaskan kenapa kok sampe segitu harganya trus plus-plunya dll. kalo masih nawar kita kasih solusi dengan barang kulaitas dibawahnya, tapi ya itu kita ucapkan jurus maut “ada harga, ada barang”
dan lagi, kalo jodoh tidak akan kemana. kalau rezeki tidak akan lari
grandchief
July 28, 2010
Idealis juga ya mas,terkadang tergantung mood juga kalau ditelpon diluar jam kerja,kalau lagi mood baik ya diangkat dan dikasih penjelasan kalau lagi males biasanya dibiarkan aja
nidya
April 26, 2011
setuju sm point 1, freelance itu bekerja dgn modal ide/kreativitas,belive or not buat gw itu anugrah. masa mau di hargain murah sih ?:D
emberplastik
April 26, 2011
haha.. nice article! sama bgt sama gw, apalagi soal telpon di luar jam kerja.. malah sblm jd freelancer gw udah begitu
Koji
December 6, 2011
Rata – rata klien emang seperti itu sih, maunya murah dan bagus tanpa memikirkan waktu dan ide kreatif yg telah kita keluarkan untuk sebuah project yg mereka berikan, kalau menurut saya sih itu wajar aja, tapi yg kurang ajar tu temen – temen se-profesi yang melakukan aksi banting harga hanya untuk mendapatkan pekerjaan.