Menjadi seorang freelancer tidak ada bedanya dengan menjadi seorang pebisnis, Anda yang buat sendiri aturannya, dan Anda sendiri yang mengimplementasikannya. Anda adalah bos dari diri Anda sendiri, dan tentu saja semua yang Anda lakukan harus Anda tanggung sendiri akibatnya. Oleh karena itu tidak ada salahnya kita berpikir seperti layaknya seorang pebisnis yang baik.
Seringkali para freelancer melupakan pola pemikiran seperti ini, lalu mereka bertanya pada diri sendiri mengapa diri mereka gitu-gitu aja dan tidak berkembang. Menurut saya hal tersebut diakibatkan karena mereka melupakan 6 hal penting berikut:
1. Mempunyai rencana bisnis yang jelas
Boy Avianto mengatakan hal ini dalam presentasinya saat FreSh Gathering 1.0: “Business without a business plan is bullshit“. Saya sangat setuju dengannya, bagaimana kita menjalankan bisnis tanpa adanya rencana bisnis? Jangan naif dan mengatakan bahwa semuanya akan berjalan dengan baik-baik saja terus menerus. Buat rencana bisnis Anda dengan baik dan benar, dan konsultasikan itu ke orang-orang sekitar Anda.
Rencana bisnis seperti apa yang cocok untuk freelancer? Kita bisa mulai dari pertanyaan berikut: Dapet duit dari mana ini? Bila Anda desainer situs web, Anda bisa mencontoh icreativelabs dengan mulai berkecimpung di dunia lelang proyek seperti GetAFreelancer dan situs semacamnya. Anda juga bisa mulai mengejar klien lokal yang bisa Anda dapatkan dari jaringan bisnis. Tentukan target dan estimasi penghasilan, lalu coba implementasikan ke dunia nyata. Ubah target dan estimasi Anda berdasarkan pengalaman implementasi tersebut dan teruskan sampai tercapai stabilitas. Mantapkan rencana bisnis dan jangan menjadi penjudi nasib!
2. Prosedur (SOP) yang jelas
Freelancer butuh SOP? Oh tentu saja! Buatlah langkah-langkah jelas bagaimana Anda akan melakukan pekerjaan Anda. Untuk apa? Untuk menjaga profesionalitas dan membuat Anda lebih dihargai. Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel ini.
Keuntungan dasar dari prosedur yang sudah terstruktur dan jelas adalah: Anda bisa tahu dan bisa memberitahu klien apa yang akan dilakukan selanjutnya, dan bisa memberikan estimasi yang jelas tentang waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ke langkah selanjutnya. Klien akan lebih tenang bila semuanya sudah direncanakan, dan bila semua rencana tersebut dijalankan dengan baik.
3. Ruang kerja yang memadai
Ok, mungkin hal ini tidak berlaku untuk semua orang tapi bagi saya, ruang kerja yang memadai itu sangatlah saya perlukan agar saya bisa bekerja dengan optimal. Anda tidak perlu sampai membuat satu kamar khusus dirumah untuk bekerja, tapi buatlah suatu kondisi yang nyaman bagi Anda. Kantor saya berada di kamar saya dan hanya berupa sebuah meja kerja untuk menaruh laptop saya, kursi yang nyaman, tempat gelas, buku-buku referensi dan beberapa laci untuk menaruh dokumen. Kondisi seperti itu sudah cukup agar saya bisa bekerja dengan optimal. Tapi bila Anda membutuhkan dua layar, menaruh beberapa Gundam disamping komputer, memasang speaker besar untuk menyetel musik sembari bekerja dan lainnya ya silahkan saja. Kantor Anda = aturan Anda. Tidak ada yang bisa melarang apa yang Anda taruh disitu kecuali Anda sendiri.
4. Laporan keuangan yang rapi
“Duh laporan keuangan lagi..” Mungkin hal itu yang terlintas dikepala Anda ketika membaca ini, sama seperti saya dulu. Tapi bagaimana Anda tahu bahwa keuangan Anda meningkat atau menurun tanpa laporan keuangan yang jelas? Kita sebagai freelancer tentunya tidak mengalami volume transaksi yang sangat besar, jadi kita bisa pakai aplikasi pencatat keuangan pribadi yang sederhana. Saya sendiri pernah menggunakan iBank, lalu berpindah ke Buxfer karena gratis dan online jadi bisa dipakai dimana saja, bahkan di telepon genggam Anda. Dengan menggunakan aplikasi tersebut, Anda bisa dengan mudah memonitor penghasilan dan pengeluaran Anda.
Saya sangat sarankan untuk memisahkan keuangan bisnis dan keuangan pribadi, mengapa? Agar Anda bisa melihat perkembangan bisnis Anda dengan jelas, dan tidak tertutupi oleh hutang-hutang kartu kredit Anda
5. Situs portfolio yang representatif
Saya cukup sering mendapatkan email dari freelancer yang berisikan portfolio mereka dalam format pdf, dan berukuran 2MB atau lebih. Coba ya, internet saya mungkin kencang, tapi tetap saja saya malas untuk mengunduh file sebesar itu, terutama karena bukan saya yang butuh. Namun setidaknya tipe orang tersebut lebih baik dibandingkan dengan mereka yang mengirimkan email berisikan:
“Hai, saya web freelancer. Ada kerjaan tidak?”
Dan isi email tersebut hanya itu.
Lucu? Memang, kadang saya juga suka heran dengan kelakukan orang-orang jaman sekarang. Buatlah situs portfolio yang memadai. Bila Anda desainer, anda bisa pakai devianart atau situs portfolio lainnya, penulis bisa membuat blog untuk menunjukkan gaya tulisannya, dan untuk desainer web, ya.. akan sangat lucu sekali bila Anda mengaku web designer tapi tidak mempunyai situs sendiri.
Tidak punya cukup karya untuk memamerkan portfolio? Ya buat dong! Cobalah tawarkan jasa Anda ke organisasi nirlaba dan bilang Anda akan kerja gratis untuk mereka, perbanyak portfolio Anda, lalu pamerkan ke semua orang dengan bangga!
6. Berpakaian rapi
Bayangkan saya klien Anda, lalu saya melihat Anda dikejauhan dengan tas punggung buluk, kemeja lusuh dan jeans robek besar sekali di dengkul, plus sendal jepit. Lalu Anda menuju meja saya, dalam jarak tersebut pun saya sudah mengetahui bahwa Anda belum mandi 3 hari. Lalu tiba-tiba Anda menyapa saya dan akhirnya saya menyadari bahwa kepada Anda saya akan menyerahkan uang puluhan juta saya. Serius, kalau saya sih.. saya akan memikirkan ulang keputusan tersebut.
Mungkin bila Anda seterkenal Satya dari Tulakom atau Harry dari Digital Grafis, Anda bisa lolos dengan cara seperti ini, tapi sangat sangat tidak saya sarankan. Berpakaianlah dengan rapi, minimal kemeja lengan pendek yang tersetrika dengan baik dan celana yang tidak bolong-bolong. Sesuaikanlah dengan tempat Anda melakukan rapat. Bila di Mall, maka kaos dan jeans rapi juga bisa, tetapi kalau di gedung kantoran, cobalah lebih rapi lagi dengan kemeja lengan panjang dan celana bahan. First impression matters!
Baik, saya rasa 6 hal tersebut sering dilupakan oleh para freelancer. Coba tanyakan ke diri Anda sendiri apakah ada yang Anda lupakan dari 6 hal diatas.













kuswanto
October 15, 2008
Killer list. Very must do untuk para freelancer. Great write up.
Ollie
October 15, 2008
Hehehehe thanks for sharing, my plan is no plan si sebenernya tapi sekarang dah mulai insyaf :p
Laporan keuangan itu penting banget!! Dari awal ya teman-teman…!! Jangan kayak gue pusing belakangan.
Sekarang saya juga bisa get away dengan jeans ke meeting dengan even the most kuno client. Bodo amat :p
zamdesign
October 15, 2008
setuju
planning, space, financial, management, skill, penampilan
zamdesign
October 15, 2008
tapi yg no. 6 tidak berlaku untuk online freelancer, jadi 5 sehat 6 sempurna
Aria Rajasa
October 15, 2008
Ollie kan sudah terkenal, bisa tu lolos dengan jeans
No. 6 berguna juga kalau misalkan lagi video conference, saya pernah pas video conference pakai kemeja lengan panjang, tapi bawahnya boxer
Jauhari
October 15, 2008
Mengenai BUXFER, saya jadi tertarik.. walaupun saya ada Cha-ching tapi jarang saya pake juga
eh ada BUXFER mau coba ah
Satya
October 15, 2008
excellent tips to make you more professional, or at least appear more presentable hehe.. soal pakaian, ga ngaruh terkenal atau tidak, harus selalu perhitungkan penampilan, mau sok serius atau emang sengaja sok cuek hehe.
but i want to stress point number 5, soal portfolio! banyak banget freelancers yang portfolio sitenya ga beres! entah belum punya, under construction, not informative enough, atau never updated. oops.. i just remember i need to update my 3 year old site, yikes.
Aria Rajasa
October 15, 2008
Wah jadi ngiklan Buxfer.. gpp de, emang bagus si
Iya sat, gw jg dah setaun ga update portfolio ni xD Benar kata satya, ga perlu keren-keren amat kok, yang penting rapi dan tidak terkesan malas!
Anggi
October 15, 2008
untuk masalah kerapian ini gue selalu susah?!
pernah waktu itu gue make jeans lalu meeting sama ibu-ibu menteri (Ibu Hatta Rajasa dan Ibu Widodo) dan Pak Sudibyo menteri pendidikan lalu Bu Hatta negor gue, “Anggi ko make celana jeans sih?” dengan santai gue jawab… “Maaf bu, celana saya semua belum kering.. kan tadi malam hujan deras, walhasil semua celana saya basah semua deh”. sambil celingak celinguk ke Agus hihihihi
Akhirnya gue disuruh nunggu diluar, sama ajudannya
siyal
Aria Rajasa
October 15, 2008
Ahaha, lucu juga ceritanya nggi. Mari kita semua belajar dari kesalahan tersebut agar tidak disuruh nunggu diluar oleh ajudan mentri
Setyagus
October 15, 2008
Satu hal lagi, jangan bawa laptop yang banyak gambar macam-macam, ntar kata client nggak pro
*hiks nasib naruto-ku
Deon Sukma
October 15, 2008
loh kok jadi ngomongin kerja offline? hehehe.. nice tipe rajasa..
faris
October 15, 2008
siph juga ni hehe patut dicontoh…
Harry
October 15, 2008
Wah.. mantep tulisannya. Thanks dah disinggung2..
Betul kata Satya, penampilan rapi nggak ngaruh udah senior atau nubie. Kalau first meeting, wajib untuk rapih. Nggak harus pake jas + dasi, sportif juga bisa asal appropriate + rapi. Pake jeans + converse sih kalo udah kenal baik dengan clientnya..
anggi krisna
October 15, 2008
Yang bikin susah itu kemeja, celana bahan dan kemejanya harus dimasukin kedalam celana tiiiidakkkkk
Keuangan + SOP yg menurut gue jadi hal wajib, kenapa?
dengan adanya SOP, pekerjaan menjadi lebih terarah dan menghasilkan… (kerjaan beres, duit cepat sampai ditangan). Setelah sampai jgn segera dihamburkan beli gadget… tapi sedikit menabung, mungkin 10%-20% dari total penghasilan dan pasti kamu akan menikmati hasilnya
bukannya teman-teman pengen pensiun diumur 35th?
why not?
Bayu
October 16, 2008
ah, anggi emang pelit
gadget selama alasannya pas sebagai pendukung kerja ndak masalah dong.
tambah satu lagi, mental. total jangan setengah2 nyemplung jadi freelancer dan jangan pernah pilah-pilih project.
untuk menjadi besar harus diawali dari yang kecil…
taufiq
October 16, 2008
Stuju pnmplan mmg harus no.1,,,match sma sikonnya,krn ga da slhnya qt mghrgai si client,dgn pnmpln yg rapih,,walaupun sbnrnya sprti kt mas anggi,males juga pk kemeja dimasukin plus clana bahan,ha3x….tp ttp brusaha lah!
Nice article mas….
yahya
October 16, 2008
artikel yang super ( halah
) ,
Pengen tau lebih lanjut dong ulasannya tentang manajerial/bisnis ginian.. ato ada recommended books/further-reading gituh…
*alhamdulillah selama ini masih dikasih rejeki walo standarnya pake sarung + kaos-oblong
, kalo lagi iseng ke-kantor yg dibandung (bukan icreativelabs lho) jg biasa pake jeans + kaos-oblong… hehe pis
minanube
October 16, 2008
saya terakhir kali dan untuk pertama kali beli celana bahan saat mau lulus kuliah
rasanya pake celana bahan kayak bapak2 hu5x
Natali Ardianto
October 16, 2008
Iya, gwe juga suka bingung, orang berkecimpung di dunia web, tapi ngga punya website. Situs untuk portfolio yang menurut gwe juga lumayan bagus itu Carbonmade, seperti contohnya http://natali.carbonmade.com. Atau beli domain cuma 88 ribu rupiah, trus ditempeli di blogger, kek http://portfolio.ardianto.com. Low cost, high impact!
madeandrie
October 16, 2008
wah bagus ni.. banyak2 point2 yg sering gw lewatkan ni… thanks.. thanks…
Aria Rajasa
October 16, 2008
Wah nggi, dibilang pelit tu
Wajar la, kan dia menabung untuk mencari rumah baru demi istri tercinta. Iya ga nggi?
Eh Ade (Natali) berkunjung. Betul sekali, carbonmade atau bahkan blogger pun bisa dijadikan situs portfolio. Tinggal pinternya kita aja.
KaiToU KiD
October 16, 2008
wew, kirain disuruh pulang sama ajudan mentri
Felix
October 16, 2008
Manteb bung Aria! Artikelnya menggigit banget.
Yogi
October 16, 2008
Paten nich listnya, cuma kelupaan satu. Freelancer itu sering lupa makan soalnya kerjanya nyari duit terus :p
den
October 17, 2008
Keren! listnya bagus, saya setuju dari point 1 – 5.
Khusus point 6 is way too far from my experience. Saya cenderung cuek dengan penampilan, banyak hal yang lebih penting dari pada memperhatikan penampilan. karena menurut saya justru itu adalah nilai plus dari seorang freelancer: gak usah punya seragam parlente
ah just my 2 cents…
good writing!
erwin
October 17, 2008
Bagus bgt artikelnya
.
Memang benar byk yg lebih penting daripada penampilan. Tp jgn sampe gara2 penampilan jadi hilang kesempatan. So, klo menurut saya pribadi, kita sendiri harus peka, dengan siapa, dimana, dan kapan kita akan bertemu client. Ga perlu pake dasi dan jas lha, yg penting rapih n sopan.
Seperti kasus anggi, untung anggi meetingnya ada temen, klo sendiri bisa disuruh pulang dulu tuh dia
. Klo gw meeting sama om Harry sih pake celana pendek jg gpp ya om
.
Jauhari
October 17, 2008
@Yogi
Bukan Freelancernya yang lupa makan.. tapi ORDERAN yang LUPA sama FREELANCERnya… soalnya FREELANCER juga MANUSIA
adit
October 20, 2008
no 1 ……. hmm bagi yg baru mau memulai, hati2 dengan rencana yg jelas dan detail, karena ini bisa menjebak …… alih2 pikiran dipenuhi dengan memodifikasi rencana yg SEMPURNA tetapi lupa akan eksekusi
Helmy Aulia
October 31, 2008
Newbie siap belajar nie…
feri
November 26, 2008
Ternyata banyak bgt yang saya lupakan, terutama poin 1 dan 4.
Putri Sarinande
December 17, 2008
setujuuuuu,,,,
freelance bukan berarti FREE for all your aspects in life, dudes (*_^)
yah,,, kesan pertama begitu menggoda : penting tuh – huehehe!
ikin
March 27, 2011
cukup menginspirasi
andi okta
April 26, 2011
Keren brooo…nendang bgt!!!
andi okta
April 26, 2011
Keren brooo…nendang bgt!!! Punya skill tp gak bs ngejual diri=bull shit!
grandchief
April 27, 2011
Perencanaan ini sepertinya yang penting agar nggak selalu salah arah.
ardianzzz
April 27, 2011
@ hal yang paling penting sepertinya terlewat, yaitu Makan & Tidur
heru
May 30, 2011
mas anggi, seorang newbie web desainer gmna ya caranya pertama kali menarik client,. pa harus ngajuin proposal pembuatan website,. terutama web akademik..thanks