10 Pertimbangan Sebelum Berhenti Dari Pekerjaan Anda

Quit Your Job - photo by pidulgi

Quit Your Job - photo by pidulgi

Ok, bayangkan keadaan seperti ini: Anda sudah bekerja bertahun-tahun di dunia korporat, dengan semua peraturan yang mengekang, kolega yang menyebalkan dan Anda sudah benar-benar bosan sekali. Pekerjaan sampingan Anda dalam ber-freelancer ria sudah lumayan menghasilkan dan Anda rasa sudah cukup untuk untuk kebutuhan hidup. Anda bahkan sudah membaca artikel Persiapan Menjadi Seorang Freelancer dan juga sudah membaca kisah-kisah sukses para Freelance Warrior Indonesia. Anda sedang menulis surat pengunduran diri dan ingin dengan bangganya keluar dari kantor hari ini juga!

STOP! Sebelum melakukan itu dan menyesalinya dikemudian hari, coba pikirkan dulu beberapa hal yang mungkin sebelumnya belum dipikirkan. Saya dulu langsung terjun saja ke dunia freelancer dan kemudian menyesali 10 hal ini, semoga kalian yang membaca ini tidak perlu mengulangi kesalahan saya.

Pastikan ada tabungan untuk hidup 6 bulan kedepan

Anda berhenti dari pekerjaan tetap, berarti hilang sudah gaji bulanan. Jangan pernah berpikir bahwa bisnis baru yang baru seumur jagung akan stabil dan menghasilkan di bulan pertama. Akan ada masa-masa susah, tidak dapat proyek, klien melarikan diri, freelancer lain yang kita sewa menghilang dan banyak lagi keadaan dimana kita kehilangan uang yang seharusnya kita dapatkan. Tidak ada salahnya dong untuk bersiap untuk menghadapi semua ini?

Saya sendiri saat baru memulai, hampir 3 bulan luntang-lantung membangun bisnis dan tidak berpenghasilan karena uang habis di operasional dan mencari partner yang tepat. Baru di bulan keempat bisa menikmati hasil yang lumayan, dan setelah itupun masih ada bulan-bulan lain tanpa penghasilan. Karena itu, BE READY!

Mintalah persetujuan orang-orang sekitar Anda, terutama orang tua

Kepada siapa lagi kita meminta bantuan bila kita kesulitan? Ya ke orang-orang sekitar kita pastinya! Mintalah persetujuan dari orang tua, istri dan anak dan tentu saja teman-teman, tunjukkan rencana Anda ke mereka dan kemungkinan besar mereka bisa membantu memperbaiki kesalahan-kesalahan yang mungkin Anda buat dalam membuat rencana-rencana tersebut. Pastikan juga pasangan/istri Anda siap menerima konsekuensi dari keputusan Anda ini.

Selain itu, kita juga sekaligus mempromosikan bisnis baru kita ke semua orang. Hal ini sangat penting karena beberapa klien pertama saya datang dari teman-teman sendiri, dan banyak juga yang menjadi klien jangka panjang.

Penghasilan dari freelance sudah cukup? yakin?

Penghasilan freelance sudah sama dengan gaji kantoran? Coba dihitung kembali, jangan lupakan bahwa kantor Anda juga (biasanya) menyediakan keuntungan lainnya seperti asuransi, THR, pinjaman kantor, dan keuntungan lainnya. Coba dibandingkan dengan total semua keuntungan tersebut.

Setelah itu coba pikirkan apakah cukup untuk membiayai anak dan istri, dan juga rencana masa depan Anda dan mereka.

Apakah masih bisa diteruskan sebagai sampingan?

Mungkin setelah 3 bulan tidak berpenghasilan, Anda akan berpikir kembali mengapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda yang bergaji tetap. Daripada menyesal, lebih baik coba dipikirkan kembali, apakah masih bisa dijalankan sebagai sampingan. Kurang waktu? mintalah jam kerja yang lebih fleksibel dari bos Anda, bilang secara baik-baik padanya bahwa Anda mempunyai bisnis sampingan namun tetap akan berdedikasi terhadap kerjaan, dan tentu saja buktikan padanya dedikasi tersebut. Saya punya teman yang pekerjaan sehari-harinya adalah software analyst dan dia menjalani bisnis coffee house diluar pekerjaan tersebut, dan baru berhenti setelah coffee house tersebut sudah stabil dan menghasilkan.

Tapi bila memang tidak ada cara lain, mungkin keluar dari kantor tersebut adalah jalan satu-satunya.

Utamakan stabilitas, bukan jumlah paling besar

Anda dapat 10jt bulan ini, lalu 3 bulan tidak ada gaji, brarti penghasilan Anda 3.3jt per bulan. Jangan tergoda dengan jumlah besar, bayaran 100jt akan sangat menggoda, tapi tidak juga bila dibayarkan dalam waktu 3 tahun.

Cara paling mudah untuk mengetahui ini adalah dengan:

1. Memisahkan uang bisnis dan pribadi
2. Catat semua pengeluaran dan pemasukan bisnis, lalu
3. Hitung pendapatan nyata Anda perbulan, dan bandingkan dengan gaji + keuntungan kantor Anda

Jangan pernah menyepelekan hal ini, karena ini bisa menentukan kelangsungan bisnis Anda.

Kenali komunitas Anda

Menjadi freelancer bukan berarti Anda sendiri dalam menjalankan bisnis, kenalilah komunitas Anda dan jadikanlah mereka “teman kerja” Anda. Kita tidak bisa menjalankan semuanya sendiri, kadang kita butuh masukan, butuh tempat bertanya, atau bahkan butuh tenaga tambahan untuk proyek yang besar.

Stay close to the community!

Selalu punya plan B dan baik-baiklah pada bos Anda yang sekarang.

Plan B dari apa? Dari bisnis yang Anda jalani. Plan B saya dulu adalah kembali ke kantor saya yang dulu, atau bekerja di perusahaan teman saya. Kenapa kembali? Kita tidak bisa berpikiran naif dan merasa bahwa bisnis kita tidak akan gagal; kemungkinan itu selalu ada. Jangan sampai Anda menyesal ketika bisnis Anda gagal lalu tidak bisa kembali ke kantor lama karena terlanjur  mengirimkan surat pengunduran diri yang mengejek dan kasar. Lagipula, siapa tahu bos lama bisa menjadi klien Anda.

Siapkan suasana kerja yang baik dan tingkatkan disiplin

Siap untuk kerja dirumah? banyak sekali godaan dalam bekerja dirumah, tidak ada yang mengawasi, TV dan Game Console sangat menggoda untuk dimainkan. Siapkan batin dan disiplin pada jadwal. Bekerja sebagai freelancer bukan berarti Anda bisa bekerja seenaknya, pilih jam kerja Anda dan patuhlah pada jadwal tersebut. Saya sendiri memilih jadwal kerja 10 – 5, yang kadang saya pindahkan beberapa jam ke jam malam karena saya ingin menonton bioskop bersama pacar, atau ada rencana lainnya. Fleksibel? Ya. Seenaknya? Tentu tidak!

Punya kartu kredit!

Ketika Anda menjadi freelancer, kepercayaan dunia perbankan terhadap Anda menjadi sangat menipis. Mengingat kita tidak punya penghasilan tetap, dan tidak ada perusahaan besar yang menjamin kita, siapa yang bisa salahkan mereka? Oleh karena itu buatlah kartu kredit ketika Anda masih di kantor Anda. Akan jauh lebih mudah membuatnya ketika Anda masih bekerja di kantor dibandingkan dengan ketika Anda sudah berhenti. Saya sendiri menyesal tidak membuat kartu kredit dulu, dan akhirnya harus menunggu sampai tabungan saya mencapai 30jt, baru saya dibolehkan oleh bank untuk membuat kartu kredit.

Buat apa kartu kredit? Banyak gunanya, tapi mungkin yang paling jelas adalah untuk membuat akun Paypal, untuk pembelanjaan dengan metoda cicilan, dan tentu saja diskon nonton bioskop (hey, kita butuh bersenang-senang juga bukan?)

Sekali lagi tanyakan ke diri sendiri. Siapkah Anda?

Anda sudah membaca kesembilan poin diatas, Anda sudah bilang ke diri Anda “YA! SAYA SIAP!”. Coba baca sekali lagi, tanyakan sekali lagi ke orang-orang sekitar apakah Anda benar-benar sudah melewati kesembilan poin diatas, tanyakan pasangan Anda, ibu Anda, pastikan Anda tidak menyesali semuanya dikemudian nanti.

Sudah yakin? Benar-benar yakin? Ok, bila sudah benar-benar yakin, maka kami dari ruangfreelance.com mengucapkan selamat datang di dunia freelancer. Selamat menikmati kebebasan Anda!

Ruang Freelance

Ruang Freelance merupakan wadah para freelancer untuk saling berbagi pengalaman mengenai dunia freelance mereka. Kategori yang dibahas seputar freelance online, money management, paypal, social networking, make money dan banyak lagi. Tapi, kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik disetiap tulisan. Dan, kami juga bukan ahli Bahasa Indonesia, mohon maaf apabila tulisan kami tidak EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

Comments

  1. says

    Good!! Kalau siap jalankan kalau belum …ya berpikir dulu deh dan pikirkan sematang2 nya. Tap[i kalau sudah seatle dengan kerjaan sekarang. Freelancer mungkin bisa dijadikan sampingan. sehingga prioritas utama tetep bisa jalan.

  2. says

    kartu kredit ?

    ya memang perlu ……. tapi bukan berarti harus punya kartu kredit fisik yg terkadang ribet dalam pengurusannya

    lebih mudah pake VCC aja, sudah banyak yg njual di internet ini dan proses untuk pembuatannya cepat hanya dalam hitungan menit

  3. says

    wah..bersyukur bgt sy belum sempat kepikiran tuk retired dr kerjaan sy sekarang, masalahnya sy cintai bgt, pertama krn dekat dengan ibadah, keduanya sosial bgt, dan ketiganya untuk mengeksplore jiwa bisnis juga iya, menantang untuk berusaha lebih baik dan baik lagi. Trus walaupun sarat dengan social oriented tapi bukan berarti gak bisa jadi profit oriented. Klo freelance kyknya bs jadi sambilan aja..krn masih ada yg nawarin tuk ambil job diluar tugas utama, asyiknya masih dekat juga ama ibadah, sekaligus nambah isi dompet.

    Numpang mampir Mas, web yang cantik (biru mmg bikin tenang yaa…) sy jd ingat organizer kecil saya, bersampul metal warna ungu yang sekarang entah dimana berada… poko’e kereeen!!

  4. says

    analisa yang mendalam, semuanya hampir saya penuhi kecuali tabungan dan nyali xixi…
    maka udah mau punya buntut (baca: anak) lagi huhuhu, btw salken (baca: salam kenal) *uda kaya dimajalah2 gitu deh* 😀

  5. says

    Untuk Bunda: artikel ini lebih didedikasikan untuk orang-orang yang tidak menyukai pekerjaannya, senang sekali saya mendengar bahwa Anda mencintai pekerjaan Anda dan sungguh tidak ada alasan untuk berhenti. Do what you love because you love it 😀

  6. says

    Hehehe gue termasuk nekat, poin pertama gue nggak punya (6 months salaries ga punya, malah jalan-jalan seminggu keluar negeri sebelum resign hahaha), tapi gue nyemplung aja dulu. Gue waktu itu juga nggak punya Plan B. Mau nggak mau I have to this work. No Plan B. Jadi terpaksa bekerja keras deh hihihi. Well, jangan ikuti ya, ini hanya contoh yang buruk.

  7. says

    Coba nimbrung soal Kartu Kredit, Kartu Kredit kan gak cuma untuk Paypal. Apakah VCC bisa menggantikan diskon2 saat ingin meng-entertain client? Apakah VCC bisa digunakan untuk me-reserve hotel ataupun Rumah Sakit?

    Moreover, Kartu Kredit secara riil emang sangat berguna untuk freelancer untuk segala hal.. asal jangan lama-lama berhutang ya 😉

  8. says

    wah iya tuh, saya pernah ngalamin pembayaran yang lebih dari 2 bulan.. yah walhasil kalo dibagi jadi sama aja kecil nilainya..

  9. says

    setuju dengan Amir, indonesia umumnya sangat konsumtif dengan adanya credit card. tapi kalau digunakan secara baik.. akan sangat membantu, terutama para freelancer 😀

  10. says

    kalau pengahasilan dari freelance belum banyak. mending kerja dulu aja. tapi capek juga siang kerja malam freelance. harus bisa bagi waktu bener.

  11. Udung says

    Gaya hidup ketika masih jadi karyawan sama ketika freelance harus sedikit diturunkan.. biar ga tekor hehehe

  12. says

    jangan lupa disiplin ma kesehatan juga, karena para freelance sering kurang tertip pada waktu, dan harus tertip dalam memenejemen waktu

  13. says

    Nah klo saya sangat suka dengan ini “Selalu punya plan B dan baik-baiklah pada bos Anda yang sekarang.”, karena pekerjaan kantor bisa pindah kerumah dan dulu saya jadi karyawan dari si Bos, tapi sekarang Bos jadi Klien saya. Karena ada 1 kecocokan dalam hal Pekerjaan & Idenya. Karena si Bos gak mau cari orang lagi, karena sudah cocok gak bisa dipisahkan dalam selera. Tenkyu, infonya menambah yakin, klo freelance design wajib dipersiiapkan sebelum menunggu dan menunggu, lebih baik dioper ke rumah semua kerjaan kantor, jadi waktu lebih santai, untuk kerjaan tetap ada deadlinenya. utk paypal ada yang lebih mudah prosesnya, unlimeted lg, selain kartu kridit.

  14. says

    sekarang sih saya paling freelance cuman sambilan di sela pekerjaan kantor, itupun tidak setiap hari karna rata2 tinggal penambahan saja…, sebenarnya lagi nyari2 juga freelance yang dari luar negri tapi belum dapet 🙁 (kalau ada yang ngasih sih mau 🙂 )

    yang menjadi pertimbangan buat saya kalau lepas dari pekerjaan tetep adalah masalah pendapatan, takut juga… apa lagi sudah punya tangungan, ya paling sekarang freelance yg jadi sambilan…

  15. says

    Dulu saya pernah ngalamai ini dan akhirnya saya kerja lagi ditempat lain setelah usaha saya kurang bergairah…tahun ini saya belum siap untuk mencoba lagi,, tapi Tahun depan saya harus SIAP jadi freelance SEMANGAT apalagi sudah ada panduan jadi freelance pasti saya berhasil

  16. Tuuman33 says

    Saya rencana akan keluar dari pekerjaan utama,,karena sudah terlalu suntuk / stagnan dipekerjaan itu. Alhasil saya berpikir untuk berbisnis konveksi dan mencoba side job dari temen. Keyakinan saya untuk keluar dari pekerjaan lama adalah RESTU DARI IBU dan TUHAN saya…Hehe ^^B #Salamsukses

  17. says

    kalo buat saya, pastinya setelah keluar dari kantor dan menjadi freelancer, pendapatan saya meningkat 3 kali lipat.. maklum, gaji pegawai arsitek kecil banget… jadi arsitek freelance jauh menjanjikan. asalkan jangan jauh dari komunitas, dan berani untuk beriklan.

Trackbacks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *