Tips Memilih Karyawan yang Tepat

Perusahaan Anda menjadi tempat persinggahan sementara bagi karyawan? Karyawan baru keluar masuk tak jelas? Mendapat karyawan yang tepat memang tidak mudah. Tetapi Anda bisa mencoba tips berikut untuk menemukan karyawan yang sesuai dengan yang anda cari dan menekan angka turn over pada perusahan.

Read Personality

Anda bisa mencoba belajar cara membaca kepribadian seseorang. Mulai dengan belajar membaca kepribadian dari fisik seseorang, tulisan tangan, ataupun tanda tangannya. Meskipun tidak 100% persis pas mendeskripsikan seseorang, setidaknya ilmu tersebut sudah teruji. Tapi ingat, Anda harus berhati-hati, zaman sekarang karyawan semakin cerdas, mereka bisa merekayasa tulisan tangan sedemikian rupa agar tak terlihat kekurangannya. Jadi Anda tetap harus mengkombinasikannya dengan data-data lain, misalnya cara berbicara, cara menyelesaikan pekerjaan, dan cara menghadapi permasalahan dengan sesama rekan kerja.

Anda juga bisa mencoba menguji kepekaan atau kepeduliannya dengan berpura-pura menjatuhkan benda, misal pensil atau penggaris. Lihatlah seperti apa reaksinya. Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menguji sikap dan kepribadiannya yang lain.

Tanyakan Kebutuhan Hidup

Seringkali seseorang merasa nyaman dan tenang ketika kebutuhan hidupnya telah terpenuhi. Sehingga ia juga akan merasa lebih nyaman ketika bekerja. Ingat, kebutuhan ya, bukan keinginannya. Kebutuhan dan keinginan jelas beda jauh. Kalau keinginan manusia, satu gunung emas tak akan pernah cukup. Kebutuhan setiap orang pun berbeda ya. Seseorang yang masih single dengan yang sudah berkeluarga pastinya juga memiliki daftar kebutuhan berbeda. Jadi pastikan Anda benar-benar mendapat jawaban yang tepat mengenai kebutuhan dasar hidupnya.

shutterstock_77370484

Credit Image: Shutterstock

Sesuaikan dengan Standar Gaji yang Anda Tawarkan

Standar gaji yang ingin Anda berikan misalnya adalah tiga juta rupiah. Maka, jangan menerima karyawan yang meminta standar gaji di atasnya, meskipun selisihnya hanya sedikit, kalau Anda tidak memiliki niat menaikkan gajinya dalam waktu dekat. Namun, jika si pelamar mengajukan permintaan gaji di bawah standar yang anda berikan, maka tetap gajilah ia sesuai standar yang ingin Anda berikan. Anggaplah itu bonus baginya.

Tiga cara di atas sudah berhasil diterapkan oleh berbagai perusahaan. Jadi, silakan anda membuktikannya. Jika Anda memiliki tambahan atau cara lain, silakan dibagikan pada kolom komentar. Salam. IKD

High Resolution Photo For Freelancer

Mencari foto dengan resolusi tinggi di halaman rumahnya Om Google saat ini bukanlah hal yang sulit. Tetapi, alangkah lebih baiknya diperoleh dengan cara membelinya, bukan sekadar gratisan. Karena dengan cara demikian, berarti kita menghargai dan mengakui kualitas fotonya secara profesional. Ya, memang ada fotografer yang menggratiskan karyanya. Tidak masalah :)

collage guitar

Credit Image via HiResStock

Ada satu tempat yang dipenuhi dengan foto beresolusi tinggi untuk dimiliki dan digunakan sesuai kebutuhan :) Kamu bisa mampir ke HiResStock nih.

panna cotta collage

Credit Image via HiResStock

Berselancarlah pada situs tersebut dan temukan aneka foto yang kaubutuhkan. Tentang alam, makanan, lansekap, dan sebagainya. Jika yang kaucari tak ditemukan, tinggal tanyakan pada admin.

autumn forest collage

Credit Image via HiResStock

Memiliki lebih dari 3000 foto akan cukup membuatmu semakin bingung menentukan pilihan karena semuanya keren, berbanggalah bahwa jejeran foto yang ada di sana adalah konten lokal.

istiqlal collage

Credit Image via HiResStock

Bagaimana menurutmu? Hey, untuk para fotografer juga bisa eksis dengan menampilkan karyamu di sini. Semoga bermanfaat ;)

Mengapa SEO Penting Dalam Bisnis?

SEO bagaikan buzzword yang sering dicuap-cuap akhir-akhir ini. Bagi mereka yang tertarik dengan dunia marketing communication, advertising, blogging, bahkan public relation ‘tradisional’ sekalipun, saat ini ‘terpaksa’ membiasakan dirinya dengan jargon ini. Lantas apa sih SEO itu?

shutterstock_193745936

Credit Image via Shutterstock

SEO adalah singkatan dari “search engine optimization“. Seperti namanya, SEO pada dasarnya merupakan cara-cara yang dilakukan agar bisa memanfaatkan mesin pencari–seperti Google atau Bing–seefektif dan seoptimal mungkin. SEOMoz mengatakan bahwa mesin pencari memiliki fungsi indexing, tempat ia mendaftarkan file maupun laman apapun yang diunggah ke internet, menggunakan link-link yang beredar. Kedua, ia juga berfungsi answering, yakni memberikan jawaban atas keyword yang kita ketik di mesin pencarian. Jawaban yang diberikan tidak sembarangan, melainkan berdasarkan 2 aspek: relevance (seberapa ‘nyambung’-nya suatu laman dengan apa yang kita cari) dan importance (seberapa pentingnya laman tersebut). Nah, aspek yang kedua inilah di mana para praktisi SEO sering ‘bermain’.

Pengguna internet pada umumnya menginginkan lamannya menjadi populer, atau setidaknya, mudah ditemukan. Hal yang sering dijadikan patokan biasanya adalah ‘ranking’ di mesin pencari. Apakah laman tersebut berada di halaman pertama atau baru ada di halaman kelima? Bila ia ada di halaman pertama, apakah ia berdiri di urutan teratas? (hal ini merupakan mimpi setiap SEO marketer) Atau ia berada di urutan kedua, atau malah paling bawah?

Di sinilah SEO menjadi penting bagi brand, figur, dan bentuk usaha lainnya yang menggunakan Internet sebagai alat pemasaran utama. Saat suatu laman memiliki aspek relevance dan importance (atau popularity) yang kuat, maka laman tersebut akan dengan sangat mudah ditemukan oleh pengguna Internet yang sedang mencari hal terkait.

Di era semuanya saling terhubung ini, if you’re not on the web, you basically don’t exist. Bilapun Anda sudah berada di web, Anda masih harus berkompetisi dengan laman-laman lainnya yang ingin berebut perhatian audiences (yang bisa jadi merupakan calon klien Anda). Bila Anda berprofesi di bidang media, komunikasi, dan periklanan, hal ini tidak perlu lagi ditanya. Namun hal ini juga tidak kalah pentingnya (malah semakin penting) bagi siapapun atau merk apapun saat ini, karena sekali lagi, saat Anda tidak berada di web, Anda tidak ada (setidaknya di mata audiences Anda).

Lantas, bagaimana cara menjalankan SEO untuk mendongkrak popularitas brand atau bahkan… diri sendiri? Tunggu post selanjutnya , penulis akan menyebutkan sejumlah trik-trik SEO mendasar!

Freelancer Menggarap Lahan Musik

Musik adalah salah satu hal dalam hidup yang membuat pendengarnya bisa tertawa, bahagia, sedih, mendadak kangen, atau semakin bete. Bisa jadi demikian. Bunyi-bunyian sudah akrab dengan manusia sejak zaman dahulu. Banyak sejarah menuliskan, musik bisa menjadi alat pemacu semangat untuk berperang hanya bermodal genderang dan terompet.

shutterstock_71947726

Freelancer Image via Shutterstock

Bagaimana dengan musik saat ini? Semakin beragam genre dan jenis alat musiknya. Bahkan, sebuah jenis musik bisa dipadukan dengan jenis lainnya yang berbeda jauhnya bagaikan langit dan bumi. *halah* Contohlah musik dangdut. Sudah ada pemusik yang memadukan dangdut dengan jazz. Reggae dengan pop? Penyatuannya bisa nyaman di telinga bila dipadukan dengan pas.

Pengaruh Musik Bagi Manusia

Menurut saya, musik adalah sarana pelepasan emosi seseorang. Pun, diyakini bisa membuat seseorang menjadi lebih cerdas. Itu sebabnya banyak orangtua yang memberikan stimulasi kepada janin dengan memperdengarkan lagu klasik pada saat-saat tertentu.

Bagaimana dengan yang tak mendapatkan stimulasi sejak janin? Apakah tak akan menjadi cerdas? Siapa bilang! :) Musik bisa dipelajari pada usia berapa pun. Lebih dini, memang lebih baik. Banyak di luar sana yang memiliki bakat bermusik, tetapi tak mendapatkan latihan yang cukup dan rutin. Mungkin karena faktor tak mengerti sukanya jenis musik apa atau bingung mau menentukan akan menguasai alat musik yang mana.

Bermusik Demi Mendapat Penghasilan

Saya ingat salah satu film produksi tahun 2003 yang dibintangi Jack Black, tentang seorang rockstar wannabe, yang melihat banyak potensi bermusik pada “anak didiknya” di sekolah. Ketika akhirnya ditendang dari sekolah karena sudah melakukan penipuan profesi pun, akhirnya seorang Dewey Finn bisa membuka kursus musik yang cocok bagi dirinya dan para muridnya.

Tak ada penjelasan apakah Dewey Finn memiliki sertifikat atau tidak untuk keahliannya bermain musik, tetapi toh orangtua yang tajir melintir itu tetap percaya kepadanya untuk mengajarkan anak-anak mereka sesuai bakat yang dimiliki si anak.

Nah, kamu memiliki bakat bermusik? Ingin mendapatkan penghasilan tambahan? Bagaimana kalau menjadi guru musik? Belum bersertifikat? Baiklah, setidaknya kamu bisa melengkapinya agar bisa lebih meyakinkan para calon pengguna jasamu. Atau modal otodidak dan nekat seperti Dewey dan Ned Schneebly sahabatnya itu bisa dijadikan contoh.

Bagaimana denganmu? Ada yang memiliki pengalaman senada atau berbeda? Silakan berbagi di kolom komentar.

Mengapa Sebuah Rasa Tak Bisa Bohong?

Aih, pasti sedap rasanya. Bayangkanlah sebuah dapur mungil pada rumah sempit, bisa menghasilkan  masakan yang lezat dan dicari orang. Hasil dari sering stalking percakapan virtual di berbagai media sosial, banyak juga ternyata yang kepincut masakan seseorang dan bertanya apa bahannya? Atau membelinya di mana? Atau ada juga yang iseng berkomentar, “Mau dong intip dapur kerennya.” Setelah yang dikomentari mengunggah foto dapurnya yang ternyata kecil dan jauh dari gambaran ideal sebuah dapur untuk satu resep masakan istimewa, kira-kira apa yang ada di benakmu?

shutterstock_166394174

Freelancer Image via Shutterstock

Mulanya Diawali Keberanian

Banyak usaha catering yang berawal dari sebuah dapur sempit. Peralatan masak bahkan tak segan untuk meminjam kepada tetangga yang lebih lengkap. Jadi, sebenarnya tak usah minder dengan bisnis kue kering, tart, masakan untuk hajatan, atau sebut apa saja seputar kuliner itu, jika memang kamu memiliki bakat membuat sebuah kudapan atau sajian yang sedap nikmat (dan diakui keluarga, tetangga, serta teman-teman), beranikan diri memulainya.

Pinjam oven tantemu, pinjam loyang kakakmu, pinjam bahan-bahan dari temanmu. Mulai bereksperimen dan jual saja. Jangan takut gagal. Catat semua ukuran resep dimuali dari percobaan pertama. Biarkan para first tester merasakan dan membedakannya. Sebuah resep yang menurutmu gagal, bisa jadi justru menjadi favorit. Ingat kan, bahwa brownies pertama kali menjadi terkenal justru dari sebuah “kecelakaan di dapur”? Sekarang, modifikasinya sudah banyak. Sudah bosan makan brownies karena dibuat dari tepung terigu? Bagaimana kalau dibuat dari talas?

Rasa Terbaik Selalu Top of Mind

Aneka puding, cup cakes, kue lebaran, dan camilan lainnya sangat beragam bentuk, rasa, dan harga di masa sekarang.  Saya ingat, saat kecil dulu, semua yang saya coba menjadi sangat membosankan karena standar. Mirip antara penjual A dengan lima penjual lain. Entah dengan daerah lain, karena teknologi informasi dulu kan minim. Sekarang, kita bahkan bisa membandingkan yang dijual di Medan dengan Makassar sementara posisi kita ada di Semarang.

Meski sekarang banyak ragam, kalau kita mau mencontoh yang klasik pun tak masalah. Semua sesuai selera pasar. Entah sudah berapa banyak varias kue kering kaastangels, dari dulu juaranya tetap milik saudara saya. Lidah saya sudah setia. *halah* Di butik kue ada yang jual dengan harga lebih mahal, rasanya? Sama saja. Jadi, mending pilih yang lebih murah, kan? Mungkin yang dijual di butik kue itu karena harus membiayai merek, ya? :) Mungkin… Oh ya tentu saya juga merasakan kaastangels yang satu toples harganya hanya Rp 15.000,- lho. Rasanya? Ehm… Ada harga ada kualitas rasa, kan?

Untuk urusan masakan sebagai menu pendamping nasi, saya bukan penggemar fanatik satu koki. Selama masakan itu enak dan pas di lidah, saya akan suka. Beda kalau urusan sambal. Saya bisa riwil. “Keasinan!” “Kebanyakan vetsin!” “Hambar!” “Kemanisan!”

Kekuatan Testimoni

Haruskah sebuah citarasa istimewa memiliki logo atau merek? Entah, saya agak ragu menjawabnya karena bukan ahli branding. Ada yang mau memberi penjelasan? Sila, di kolom komentar yah :)

Ada berapa macam jenis sambal dadak sih di Indonesia? Ratusan macam kayaknya. Dari ujung Sabang sampai ujung Merauke, saya yakin banget setiap daerahnya ada khas sendiri. Bahkan, satu daerah pun bisa ada paling tidak lima macam *hasil survei iseng yang entah kapan, lupa.*

Saya, si penggila sambal, jujur sambil menahan air mata *drama dimulai* masih belum merasakan dahsyatnya sambal Bu Rudy yang terkenal dari Surabaya itu. Sedemikian enaknya kah? Satu hal yang pasti, aku selalu melihat di media sosial, top of mind untuk sambal pasti Bu Rudy. Menyusul kemudian sambal Bu Susan dari Bali. Maaf jika tulisan ini salah, mohon diralat. Ada koreksi sambal mana yang terenak se-Indonesia? :)

Mengapa yang enak selalu dicari orang? Karena para koki istimewa itu ‘berani bumbu, berani rasa’. Artinya, mereka hanya akan membuat masakannya terjamin enak dengan bahan-bahan yang berkualitas. Kalau memang harus menggunakan bahan impor (karena tak ada produsen lokal yang menyediakan), cobalah! Para pecinta makanan tak akan peduli dengan harga.

Nah, para penikmat kuliner khas Indonesia dan memiliki bakat memasak, cobalah memulainya sendiri dengan ciri khas yang akan menjadikanmu dikenal lebih luas. Pasar yang akan menguji rasa dan kekuatan pemasaran bisa menempatkanmu favorit di hati orang-orang hobi makan. Untuk urusan logo produkmu, banyak freelance designer yang siap membantu.

(Kemudian saya mendadak lapar)

Wedding Planner: Mengurai Segala Keruwetan

Bagi dua sejoli yang hendak menikah, mereka menyadari bahwa tak hanya mereka yang akan merayakan kebahagiaan itu. Ada kedua orang tua masing-masing, keluarga besar, teman sekolah, rekan kerja, dan mungkin juga klien.

shutterstock_112802953

Freelancer Image via Shutterstock

Ketegangan sudah dimulai ketika sepasang manusia mengutarakan maksudnya kepada kedua pihak keluarga. Jumlah undangan, pemilihan lokasi pesta, tema acara, bahkan selera makanan yang berbeda pun bisa menjadi masalah sendiri dalam menentukan jasa catering mana yang akan dipilih.

Berhubung ini adalah hajatan pertama kedua belah pihak karena merupakan menantu pertama pula, maka keriuhan dan kepanikan terjadi tak kenal waktu. Ketegangan dan emosi yang mudah tersulut bisa membuat semuanya runyam. Maka, di sinilah peran wedding planner dibutuhkan. Mereka adalah tim penyelamat ketika sebuah kapal bingung menentukan arah berlayar.

Harapan Para Mempelai

Tak ada kewajiban untuk menggunakan jasa tim yang mengatur segala macam dalam sebuah acara sakral dan maha penting dua orang yang sedang berbahagia ini. Namun, kesibukan di era digital sekarang membuat banyak orang menyerah ketika segalanya nampak berantakan bahkan sebelum konsepnya digulirkan.

Memangnya ngapain saja sih tim wedding planner? Apa kerumitan yang harus diurainya?

  • Sebagai perencana. WP bertugas untuk menyodorkan alternatif usulan pilihan tentang konsep acara ingin seperti apa, berapa anggaran biaya, ingin diadakan di mana, siapa vendor yang tepat untuk catering, dekorasi, foto dan video, MC, dan lainnya.
  • Sebagai koordinator yang bertugas mengatur calon mempelai harus bagaimana, keluarga calon mempelai harus mengadakan pertemuan untuk technical meeting di mana, dan urusan gladi bersih sebelum hari-H.
  • Memastikan rundown acara sudah diterima dengan baik oleh semua pihak agar segalanya berjalan sesuai rencana.

Siapa yang Menjadi Wedding Planner?

Calon pengantin berhak menunjuk siapa saja yang diizinkan mengatur hari bersejarahnya. Sahabat atau kerabat, diharapkan bisa menjadi penengah dalam kondisi yang serba sensitif ini.

Siapa pun tim yang ditunjuk, memiliki kewajiban dan beban mental yang tidak ringan. Apalagi kalau yang ditangani adalah hajatan orang penting. Harus meminimalisir kekurangan.  Kamu memiliki kekuatan mental berada di tengah dua kubu yang bersitegang? Mungkin bisa mencoba menjadi bagian dari WP :)

Wajib hukumnya untuk tim WP (terutama divisi anggaran) untuk mengurangi biaya yang tak perlu. Tempat perhelatan akan diadakan di gedung serba guna, ballroom hotel berbintang, atau di taman terbuka? Paket makanan yang dipilih menu eropa atau nusantara?

Semua panitia keluarga yang terlibat pastinya memiliki ide sendiri yang harus ditampung oleh WP. Ini yang membuat WP harus memiliki keahlian bargaining yang kuat dan masuk akal.

Kalau kamu suka dengan pekerjaan semacam ini, cobalah untuk belajar mulai dari karyawan sebuah EO. Jika sudah percaya diri dan jaringan pertemanan sudah luas, beranikan diri untuk mencobanya.

Siapa yang mempunyai usaha WP atau menjadi karyawan sebuah WP? Silakan berbagi pengalaman di kolom komentar.

Kids Fashion: Endless Love

Mungkin ini salah satu penyebab jebolnya kantong orangtua. Pernak pernik untuk anak mereka, sudah dipersiapkan bahkan sebelum si anak lahir.

shutterstock_212233300

Freelancer Image via Shutterstock

Saya mengakui hal itu. Tetapi semua karena cinta, kan? Saya termasuk yang suka sengaja menyasarkan diri ke bagian perlengkapan bayi dan anak bila pergi ke pusat perbelanjaan, bahkan sejak saya masih remaja. Melihat aneka model, warna, ukuran, dan harga membuat saya betah untuk memerhatikan detilnya.

Kids’ Fashion, Now And Then

Selama manusia terus berketurunan, selama itu pula perlengkapan bayi dan anak tetap diminati dan harus dimiliki. Terlebih dengan kesadaran bahwa bayi dan anak bertumbuh dengan cepat. Bayi usia 5 bulan bisa saja memakai untuk ukuran 9 bulan. Anak usia 2 tahun sudah pas memakai baju ukuran 4 tahun. Ini contoh yang bahkan saya alami sendiri.

Menurut saya, sampai awal tahun 2000, toko baju tak banyak pilihan. Pergi ke butik (untuk kualitas terbaik), department store atau ke pasar tradisional. Pemesanan jahit baju anak biasanya terbatas untuk acara keluarga (hari raya dan pernikahan).

Sudah jamak pula di kalangan orangtua yang memilih merek tertentu karena kualitas atau modelnya yang menjadi favorit dan sekelompok lain yang tak mementingkan merek selama bajunya nyaman di tubuh si anak.

Dulu, warna dan model pakaian anak demikian sederhana dan lembut sesuai karakter mereka. Kini, ketika warna dan model demikian berani, bahkan cenderung berlebihan, faktor permintaan pasar atau produsen yang memaksakan seleranya?

Kualitas Atau Harga?

Zaman sekarang, pusat belanja seperti ITC atau town square banyak menjamur di setiap sudut kota besar. Pilihan semakin membuat pusing. Betul? Tidak juga, sebenarnya. Selalu ada rekomendasi atau testimoni dari orangtua lain yang memberikan kita kemudahan untuk menentukan sikap.

Faktor harga pun menentukan bagi kebanyakan orangtua untuk memilih. Bisa jadi, dari 3 tempat penjualan untuk merek, ukuran, model, dan warna yang sama, harganya bisa berbeda Rp 50.000,- sampai Rp 100.000,- (Berdasarkan hasil rumpi iseng kepada beberapa teman yang mempunyai online shop)

Bagaimana menyiasati kualitas pakaian dengan harga yang melekat bersamanya? Produsen dan pembeli sama pusingnya. Sama, terkadang saya juga. Tetapi berhubung saya sudah memiliki tempat favorit untuk membeli pakaian anak, jadi kepusingan itu dialihkan kepada hal lain. Tidak menutup kemungkinan untuk menemukan tempat belanja pakaian dan perlengkapan anak yang baru.

Bagi yang merasa memiliki bakat menjahit, selera bagus untuk pernak pernik anak, atau darah pemasaran yang oke banget, berkecimpung di dunia anak memang tak akan pernah sepi dari permintaan pasar. Dinamikanya menarik untuk diikuti.

Menjaga Anak Dari Hal Tak Pantas

Hanya saja, sangat disayangkan, banyak produsen baju yang sudah kelewat batas dalam menentukan desain baju atau pemilihan kata untuk disablon. Sudah banyak kasus yang saya temukan di media sosial, beberapa Facebooker mengunduh foto pakaian bayi, anak, dan remaja dengan gambar / tulisan yang sangat tidak pantas. Serta merta semua menyalahkan si orangtua dalam kelalaian pemilihan. Menurutku, kesalahan fatal pertama ada pada produsennya atau bagian kreatif industri clothing itu. Seharusnya bisa berhati-hati dalam pemilihan gambar dan teks. Kecuali memang ada unsur kesengajaan. Bagaimana menelusurinya? Bertanya pada penjual, dari mana dia mendapatkan barang itu. Pastinya dengan sistem konsinyasi. Tanya nama dan nomer telepon yang dihubungi. Lacak.

Tetap, keputusan akhir ada di tangan orangtua. Teliti sebelum membeli.

Nah, bagi para pekerja seni yang menyukai dunia anak, bisa coba untuk mendesain pakaian dan tawarkan pada pengusaha konveksi. Atau, mulailah mendesain dan masukkan ke dalam portofolio dan pajang di website pribadimu. Siapa tahu, akan ada calon klien yang berminat. Dunia anak selalu menyenangkan untuk dieksplorasi.

Tips Menjadi Karyawan Teladan

Mendapat julukan karyawan telandan adalah dambaan setiap karyawan. Nah, untuk mendapat julukan atau gelar itu bagaimana sih caranya? Apakah harus cantik atau ganteng? Pastinya bukan!
Nah, berikut ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar menjadi karyawan teladan yang menjadi contoh bagi karyawan lainnya.

shutterstock_178724309

Credit Image via Shutterstock

Memahami Ruang Lingkup Pekerjaan Anda

Bagaimana Anda bisa melakukan pekerjaan dengan baik jika Anda sendiri kurang memahami rincian tugas yang sebenarnya. Hal paling pertama yang harus Anda lakukan adalah benar-benar mengerti sebenarnya apa saja tugas utama Anda di perusahaan tersebut. Dengan begitu Anda akan menemukan pekerjaan-pekerjaan yang memang harus Anda prioritaskan dan bisa diselesaikan berikutnya.

Disiplin

Karyawan yang memiliki disiplin yang tinggi seringkali mendapat perhatian lebih dari atasan. Terlebih disiplin dalam hal waktu. Karyawan yang sering datang telat dengan alasan macet dan sebagainya tentu lama kelamaan akan mendapat cap buruk dari perusahaan. Usahakan datang lebih awal minimal sepuluh menit sebelum jam kerja di kantor dimulai.

Disiplin dalam hal penyelesaian pekerjaan juga sangat penting. Untuk menjadi karyawan teladan, Anda harus menyelesikan pekerjaan sebelum batas waktu yang ditentukan. Buatlah target maksimal Anda akan menyelesaikan pekerjaan sehari sebelum tenggat yang diberikan.

Mau Belajar dan Mengembangkan Diri

Karyawan teladan adalah karyawan yang terus menambah ilmunya. Terus belajar untuk memberikan sumbangsih lebih pada perusahaan. Adanya sikap insiatif untuk terus belajar ini akan membuat seseorang memiliki nilai lebih. Karena pada praktiknya mereka yang terus belajar dan mengembangkan diri lebih bisa diandalkan daripada karyawan yang tidak pernah ada perkembangan baik ilmu maupun kepribadian.

Mampu Bekerjasama Dalam Tim

Pada kenyataannya tidak semua orang mampu bekerjasama dengan baik. Seringkali terjadi persaingan tidak sehat dalam sebuah tim. Nah, untuk menyandang gelar karyawan teladan, Anda harus mampu melakukan hal ini. Anda harus tetap mau melakukan yang terbaik dalam tim meski ada bagian tim itu yang lebih menonjol daripada Anda. Upayakan Anda memiliki tim yang kuat dan kompak.

Mampu Bersosialisasi dengan Baik

Untuk menyandang gelar karyawan teladan, Anda tidak cukup hanya mampu menjalin hubungan yang baik dengan atasan. Tapi Anda juga harus menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja yang lainnya. Anda harus bisa menjadi pribadi yang mudah bergaul dengan orang lain.

Selamat mencoba. Semoga mampu menjadi karyawan teladan di mana pun Anda bekerja. Salam. IKD

Mencari Pekerjaan yang Sempurna

Banyak orang yang mengatakan (dengan nada mengeluh) bahwa pekerjaan mereka, yang sebelumnya begitu membanggakan dan mereka cintai, telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Mereka berkata bahwa mereka selalu merasa lelah, frustrasi, dan sumpek. Tetapi mereka malu dan enggan untuk mengeluh (kepada atasan atau rekan kerja) karena berpikir sekarang ini mereka masih lebih beruntung masih mempunyai pekerjaan.

Sounds familiar with that?

Di saat yang sama, mereka pun masih memiliki keyakinan bahwa di luar sana masih ada sesuatu yang bisa mereka lakukan dengan bakat dan minat yang selama ini dibiarkan terpendam tak tergali.

shutterstock_108317768

Freelancer Image via Shutterstock

Mengingkari Kata Hati

Banyak yang masih tetap bertahan di pekerjaannya yang sudah akrab dengan kehidupannya bertahun-tahun. Meski terasa berat membuka mata di pagi buta demi menerobos kemacetan yang ironisnya sudah menjadi kebiasaan tak terelakkan, masih ada kalimat denial dari mereka. Bahkan, tanpa suara pun, saya bisa membaca lewat mata beberapa teman seperti ini, “Itu pekerjaanku. Satu-satunya mata pencaharianku. Memangnya aku bisa berharap apa lagi sekarang?” Intinya sih, baginya, kerja banting tulang yang menyiksa itu bisa dimaafkan, asalkan memang ada imbalannya. Tentu, dalam bentuk mata uang yang mengalir ke rekening setiap bulan secara rutin.

Keseimbangan Hidup

Unfortunately, dear, pekerjaan yang sempurna tanpa rasa bosan dan nyaris tanpa melakukan apapun tetapi tetap mendapat gaji itu gak ada. Setiap pekerjaan tentulah ada sisi baik dan buruknya. Coba kamu bayangkan para artis yang kelihatannya nampak bahagia setiap hari itu pun memiliki saat jenuh yang mungkin lebih menyakitkan daripada pekerja kantoran.

Seorang pekerja lepas pun tak bisa benar-benar lepas dari dari kejenuhan. Karena hal itu sudah menjadi fitrah dan kewajaran sebagai manusia. Tak ada pekerjaan yang terus menerus membahagiakan kita. Tetapi, dengan sejenak keluar dari rutinitas, tentu bisa mengembalikan gairah bekerja hingga tak ada lagi gerutu yang sia-sia.

Do Something!

Lakukan sesuatu! Alih-alih menyesali diri yang terjebak, pikirkan apa sebenarnya yang belum kautemukan dari dirimu. Tuhan mempunyai rencana untukmu untuk melakukan sesuatu yang istimewa di dunia ini. Cobalah cari. Buatlah sebuah perubahan. Jangan biarkan dirimu sendiri menyerah. Terbukalah terhadap semua kesempatan yang diberikan padamu, hingga akhirnya kamu bisa mendengar panggilan hidupmu yang sejati.

Jika hidup adalah tentang biaya yang kaukeluarkan dan harapan mendapatkan manfaat yang setimpal, perhitungkan tak hanya dari segi materi (gaji / honor).

Ingat kembali segala lelah, rasa sakit, kesal, bosan, dan terhimpit itu sudahkan sesuai dengan bayaran yang kauterima? Mengapa nilai rupiah/dolar yang masuk ke rekeningmu tak membuatmu tersenyum lebar? Adakah yang ingin kaulakukan tetapi rasa takut lebih besar dari keinginanmu?

Maafkan Diri Sendiri

Daripada menyesali apa yang sudah kaulewatkan selama bertahun-tahun dengan sia-sia, kumpulkan keberanian dan kekuatan dari diri sendiri. Mintalah dukungan dari keluarga dan orang-orang yang dekat denganmu.

Lupakan bahwa kamu pernah melepaskan kesempatan di masa lalu. Semakin lama berkutat di pikiran yang sama, semakin bertambah biaya yang terbuang: waktu dan tenagamu.

Kamu bisa menuliskan apa saja yang menjadi kelebihanmu dan jadikan itu modal untuk mengambil kesempatan bekerja untuk dirimu sendiri. Membahagiakan diri agar bisa berbuat lebih baik dari sebelumnya.

Nah, apakah yang akan kamu lakukan untuk menciptakan pekerjaan sempurna menurut versimu?

Agar Kreatifitas dan Sensitifitas Menulis Tetap Terjaga

Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara (Wikipedia). Sedangkan beberapa ahli mendefinisikan menulis sebagai berikut:

  1. Menurut Pranoto (2004: 9) menulis berarti menuangkan buah pikiran kedalam bentuk tulisan atau menceritakan sesutu kepada orang lain melalui tulisan.
  2. Menurut Eric Gould, Robert Diyanni, dan William Smith (1989: 18) menulis adalah perilaku kreatif, perilaku menulis kreatif karena membutuhkan pemahaman atau merasakan sesuatu: sebuah pengalaman, tulisan, peristiwa.
  3. Menurut Djuharie (2005: 120) menulis merupakan suatu keterampilan yang bisa dibina dan dilatih.

Dahulu kita menulis manual di atas kertas dengan pena atau pensil untuk berkirim surat dengan teman atau saudara yang jauh. Kini dengan membuka laptop atau komputer untuk mengetik isi surat, kemudian disambungkan dengan internet bisa langsung kita kirimkan. Teknologi itu bernama e-mail. Untuk kita yang hidup dan dewasa di abad ke-21 ini, tak bisa dipungkiri betapa pesatnya perkembangan yang terjadi.

shutterstock_173678780

Freelancer Image via Shutterstock

Dampak perkembangan yang terjadi kini membuat orang semakin mudah untuk belajar apapun dari internet. Tak terkecuali dalam bidang menulis. Kini semakin banyak orang dengan hobi menulis yang ingin menjadi freelance writer atau penulis lepas. Selain untuk menekuni hobi, mereka juga ingin mencoba mendapatkan penghasilan dari hobinya. Karena semakin banyak individu yang ingin menjadi freelance writer, maka kita perlu lebih kreatif dan sensitif dalam menyediakan tema artikel.

Berikut beberapa tips dariku agar kreatifitas dan sensitifitas dalam menulis tetap terjaga:

Ikuti Berita Terkini

Dengan mengikuti beberapa berita atau hal apa yang sedang tren, kita akan bisa menuliskan tema yang sama dengan memperbaiki kekurangan dari berita yang kita baca atau kita lihat. Sehingga tulisan akan tampak beda dan lebih menarik.

Lebih Sering Membaca

Bisa dalam bentuk buku segala genre, majalah, koran, tabloid, atau artikel-artikel. Karena petuah guru Bahasa Indonesiaku semasa SMA, bapak Sulaiman berkata “Setiap kita membaca, sedikit kepandaian si penulis akan terserap ke kita”. Dengan penambahan kepandaian kita ini, kita akan mampu membuat artikel baru yang lebih kreatif.

Bertemanlah dengan Semua Freelance Writer

Jadi anggapan yang mengatakan, “Semakin sedikit pesaing, semakin tinggi kesempatan menang,” tidak berlaku menurutku. Dengan jalinan pertemanan kita dengan freelance writer yang lain, setidaknya kita akan bisa saling berbagi banyak hal tentang bidang menulis ini. Jika kita tak berteman dengan mereka, bagimana mereka akan berbagi dengan kita? Jika mereka tak berbagi dengan kita, bagimana kita akan bisa memperbaiki tulisan kita?

Teratur menulis

Tak ada hal baik apapun yang terjadi secara instan. Sama untuk kreatif dan sensitif dalam menulis, kita perlu rutin menulis untuk melatihnya. Kalau aku minimal sehari satu artikel dengan panjang minimal satu halaman.

Jangan Lupa Hal Terakhir yang Terpenting: Refreshing

Jadi, kita jangan lupakan menyediakan waktu untuk bersantai. Bersantai itu sangat manjur untuk mengembalikan kesegaran badan dan pikiran, yang telah lelah melakukan tips-tips di atas.

Semoga tips di atas bermanfaat untuk orang-orang yang suka bekerja keras. Tiada hal baik yang datang kepada kita tanpa melakukan usaha. Orang berbakat memiliki kelebihan dalam kemampuan, tapi sebagian orang yang berbakat akan kalah oleh orang yang kerja keras. Semoga kita termasuk dalam kelompok orang berbakat yang suka kerja keras.

Keep writing, guys!